Perjuangan Denada Demi Kesembuhan Putrinya, Rela Jual Rumah dan Mobil

Reporter:
Editor:

Marvela

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Denada dan putrinya, Aisha. Instagram.

    Denada dan putrinya, Aisha. Instagram.

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Denada masih tetap harus berjuang demi kesembuhan putrinya, Aisha yang mengidap kanker darah atau leukimia. Ia bahkan rela menjual berbagai aset miliknya untuk biaya pengobatan Aisha di Singapura.

    Belum lama ini Denada menceritakan bahwa sejumlah rumah miliknya belum laku terjual. "Rumah sampai sekarang masih belum laku. Tapi ya itu namanya rezeki-rezekian ya, kita tahu situasi di Indonesia juga semua orang juga sedang dalam keadaan yang mungkin enggak segampang itu untuk beli sesuatu hal yang harganya besar, kayak rumah, properti," kata Denada dalam acara Kopi Viral di kanal YouTube Trans TV Official pada Selasa, 27 Juli 2021.

    Di awal tahun, Denada sempat membuat video di YouTubenya untuk memperlihatkan setiap sudut rumah yang ingin ia jual. Total saat ini sudah tiga rumah yang ingin ia jual. Lokasinya pertama di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Kemudian, di Jalan Pejaten Raya, dan terakhir di Tangerang Selatan.

    "Rumahku yang di Tangerang Selatan sebenarnya adalah rumahku yang saat ini kalau aku pulang ke Indonesia, aku akan tinggal di situ. Tapi memang rumah yang di Tangerang Selatan ini, Aisha belum pernah tinggal di situ sama sekali karena pada waktu kita mau tinggal di situ kita keburu pindah ke Singapura," kata Denada di kanal YouTube Denada Official pada 29 Januari 2021.

    Denada tidak kehilangan akal. Meski ketiga rumahnya itu masih belum laku terjual, ia terpikir untuk menjual sebagian tanah kosong di samping rumahnya. "Tanahnya sebagian ada yang kosong. Tanahnya itu kemarin aku potong, aku jual juga," katanya di acara Kopi Viral.

    Denada dan putrinya, Aisha. Instagram.

    Tidak hanya tanah, Denada juga rela menjual mobil pribadinya demi biaya pengobatan Aisha dan kehidupannya di Singapura. Denada mengaku ikhlas menjual harta bendanya untuk kesembuhan Aisha. "Aku udah jual mobil juga. Ya enggak apa-apa juga, ini hanya sesuatu yang harus aku lakukan, aku rasa semua orang akan melakukan hal yang sama," katanya.

    Sebelum pandemi, mantan istri Jerry Aurum selalu bolak-balik Jakarta-Singapura untuk bekerja. Namun sejak pandemi, Denada tidak bisa lagi pulang ke Jakarta. Alhasil pemasukan utamanya dari industri hiburan semakin berkurang. Namun semangat Denada tidak begitu saja sirna. Ia kini aktif menjadi instruktur zumba secara virtual. Ia sering mengadakan sejumlah kelas zumba yang dipromosikan di Instagram pribadinya.

    Di balik semangat yang selalu dipancarkan, Denada sebenarnya juga menyimpan rasa gelisah dan sedih. "Aku sama aja sama ibu-ibu yang lain. Aku takut, khawatir, sedih, seringkali aku merasa dalam hati 'Ya Allah kayaknya enggak kuat untuk menjalankannya' itu sering aku rasain," kata Denada sambil meneteskan air mata.

    Menurutnya itu adalah hal yang wajar sebagai manusia terlebih orang tua yang melihat anaknya harus menjalani berbagai pengobatan yang cukup panjang. Denada kemudian memberikan semangat kepada para orang tua yang tengah berjuang sepertinya. "Tetap percaya kepada kasih sayang Tuhan, tetap semangat dan berdoa. Aku tahu ini enggak mudah tapi di saat seperti ini anak kita sangat amat butuh kita untuk tetap memberikan kebahagiaan, semangat yang positif, dan kekuatan kepada dia," katanya.

    Pada kesempatan yang sama, Denada membagikan kabar bahagia bahwa Aisha kini sudah tidak lagi menjalani kemoterapi. Meski sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit karena demam tinggi, kondisi Aisha sudah semakin membaik. "Sekarang yang harus kita lakukan tetap menjaga, dia harus tetap di monitor, diobservasi, kita harus melakukan semua yang kita mampu untuk bisa menjaga itu," katanya.

    Baca juga: Bersyukur Anaknya Telah Selesai Kemoterapi, Denada Tak Berhenti Berdoa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.