7 Jenis Alat Musik Tradisional, Begini Cara Memainkannya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rino Excel Pah, 12 tahun, memainkan alat musik sasando, di Kupang, 2015. ANTARA News/ Lia Wanadriani Santosa

    Rino Excel Pah, 12 tahun, memainkan alat musik sasando, di Kupang, 2015. ANTARA News/ Lia Wanadriani Santosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia punya beragam kesenian dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari seni musik, seni tari, seni lawak, seni rupa, dan lain sebagainya. Ragam alat musik tradisional pun melimpah.

    Adapun dalam hal seni musik, Negara Indonesia mempunyai berbagai jenis alat musik yang tersebar dari sabang sampai merauke. Berikut merupakan 7 jenis alat musik tradisional yang merupakan produk asli dari berbagai daerah yang ada di Indonesia :

    1. Angklung

    Angklung merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat dan cara memainkannya adalah digetarkan menggunakan tangan.

    2. Tehyan

    Tehyan adalah alat musik asli dari DKI Jakarta dan cara memainkannya adalah dengan cara digesek dawainya.

    3. Gambus

    Alat musik ini berasal dari Kepulauan Riau dan cara memainkannya pun cukup mudah yaitu dengan cara dipetik.

    4. Bende

    Bende merupakan alat musik yang berasal dari lampung. Cara memainkannya adalah dengan cara dipukul menggunakan pemukul khusus.

    5. Saluang

    Alat musik dari Sumatera Barat ini dimainkan dengan cara ditiup pada lubang yang sudah tersedia. Nada yang akan dikeluarkan akan berbunyi indah dan menarik.

    6. Cengceng

    Alat musik yang berasal dari Bali ini dimainkan dengan cara diletakkan di kedua telapak tangan kemudian dibenturkan.

    7. Sasando

    Sasando adalah alat musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Sasando dimainkan dengan cara memetik dawainya.

    PRIMANDA ANDI AKBAR

    Baca: Symphony Nusantara Pamerkan Alat Musikj Tradisional


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.