Empat Seniman Legendaris yang Berjasa Populerkan Dangdut di Indonesia

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedangdut Rhoma Irama mengisi malam puncak Puteri Indonesia 2018, Jakarta, 7 Mei 2018. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan Anji, Siti Rahmawati, Fatin Shidqia, dan artis-artis lainnya. indosiar

    Pedangdut Rhoma Irama mengisi malam puncak Puteri Indonesia 2018, Jakarta, 7 Mei 2018. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan Anji, Siti Rahmawati, Fatin Shidqia, dan artis-artis lainnya. indosiar

    TEMPO.CO, Jakarta - Lirik-lirik musik dangdut dinilai dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Mulai dari yang romantis, membahas isu-isu sosial, hingga lirik yang bersifat syiar agama Islam.

    Karakter dangdut yang dinamis dan dapat dipadukan dengan genre musik lainnya, membuatnya dapat berkembang menjadi lebih kekinian. Perkembangan musik dangdut membuat generasi muda dapat meilirik dangdut sebagai musik pilihannya.

    Tidak heran, pada era 80-an musik dangdut mulai sangat diminati dan populer di Indonesia. Mulai dari dangdut koplo hingga penggabungan dangdut dengan musik elektronik.

    Mengutip laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jumat, 23 Juli 2021, penelitian dari Institut Teknologi Padang menunjukkan jika musik dangdut mulai muncul pada akhir 1950-an yang dipengaruhi oleh musik India. Tepatnya sejak munculnya film “Boneka India”. Musik dangdut terus berkembang, hingga akhirnya pada tahun 1960-an atau menjelang era 70-an lahir dangdut modern.

    Kepopuleran dangdut tidak lepas dari seniman dangdut Indonesia, yang berjasa dalam perkembangan dangdut. Seperti homa Irama, A Rafiq, Ellya Khadam, hingga Elvy Sukaesih yang sukses mempopulerkan dangdut pada era ‘60-’70-an silam.

    Berikut sederet tokoh dangdut Indonesia seperti dilansir dari laman resmi Kemenparekraf:

    Rhoma Irama

    Mengawali karir bermusik melalui orkes Gayhand pada 1963, kemudian dilanjutkan dengan kelompok orkes Melayu bernama El Sitara.

    Nama Rhoma semakin dikenal setelah membentuk grup bernama Soneta pada 1973. Beberapa album yang menjadi hits hingga sekarang antara lain, Begadang (1973), Darah Muda (1975), dan Bujangan (1994).

    Selama karirnya Rhoma Irama telah mendapatkan beberapa penghargaan. Di antaranya The South East Asia Superstar Legend di Singapura, dan menerima rekor MURI sebagai Penyanyi Legend.

    Kiprahnya dalam dunia dangdut membuat ia dijuluki sebagai Raja Dangdut. Bahkan memiliki peranan penting dalam perkembangan dangdut di tanah air.

    A Rafiq

    Mengawali karir dangdut di Semarang, Ahmad Rafiq atau A Rafiq bergabung dengan orkes musik melayu Sinar Kumala.

    A Rafiq mencapai kepopulerannya ketika ia membentuk grup musik dangdut bernama Elrafika pada 1969. Pada grup bentukannya itu, ia menghasilkan musik dangdut yang unik dengan menggabungkan irama India dengan Timur Tengah. Ini menjadi ciri khas sendiri bagi warna musiknya.

    Salah satu lagu dangdut karya A Rafiq yang populer hingga sekarang adalah Pengalaman Pertama lahir pada 1977. Kepopuleran musik karya A Rafiq  juga dibuktikan dari penjualan kasetnya yang melejit kala itu.

    Bahkan album berisi lagu berjudul “Lirikan Matamu” pernah terjual hingga 1 juta copy.

    Ellya Khadam

    Penyanyi dangdut generasi awal ini, tergabung dalam Orkes Melayu Kelana Ria, pimpinan Adi Karso dan Munif Bahasuan pada akhir 1950-an. Karya-karyanya banyak yang digemari muda-mudi ibu kota kala itu.

    Pada 1950-an dan awal 1960-an, Ellya melahirkan karya karya yang populer mulai dari lagu berjudul Boneka Dari India, Djandji, dan Pergi Tanpa Pesan.

     

    Elvy Sukaesih

    Elvy Sukaesih mendapat julukan Ratu Dangdut dari para penikmat music ini. Ia memulai karirnnya sebagai penyanyi sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Elvy dikenal setelah gabung dengan orkes Melayu OM Pancaran Muda dan OM Pernama.

    Pada tahun 1975, namanya semakin terkenal setelah ia merilis albut berjudul Ratu dan Radja.

    Sepanjang karirnya Elvy telah menyaber berbagai penghargaan bergengsi, mulai dari AMI Award kategori Artis Solo Wanita dangdut Terbaik pada 2005, Golden Achievement Award Spirit Cultural Asean Communitas dari Kesultanan Djohor dan Kelantan pada 2015, dan Lifetime Achievement Award dari SCTV Music Award pada 2016.

    WILDA HASANAH

    Baca juga:

    Pelajari Kemajuan K-Pop, Sandiaga akan Gaspol Kenalkan Dangdut ke Pentas Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...