Kris Wu, Mantan EXO Hadapi Tuduhan Pemerkosaan Lebih dari 30 Gadis di Bawah Umur

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kris Wu, mantan anggota EXO dituduh memperkosa anak-anak di bawah umur. Alkpop.com

    Kris Wu, mantan anggota EXO dituduh memperkosa anak-anak di bawah umur. Alkpop.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan personel EXO, Kris Wu saat ini menjadi perbincangan di media sosial atas tuduhan pemerkosaan gadis di bawah umur. Tidak itu saja, Wu juga dituduh menggunakan langkah manipulatif dan pelecehan terhadap korban-korbannya.

    Menurut laporan dari The Straight Times, pada 8 Juli 2021, seorang gadis bernama Du Meizhu, mengklaim sebagai mantan pacar Wu. Du membuat pengakuan yang ditulisnya di Sina Weibo menyebutkan Wu suka merayu gadis-gadis muda untuk diajak berhubungan seks. Gadis ini juga menyebut Wu, merayu gadis-gadis muda dengan cara diajak berperan di video musiknya.

    Menurut, Wu lebih senang dengan gadis-gadis kelahiran di bawah tahun 2000. Ia juga mengklaim memiliki percakapan dengan terduga korban yang mengaku Wu akan memainkan permainan minum-minum atau mengajak mereka tidur bersamanya.  

    18 Juli 2021, Du Meizhu, 19 tahun, membongkar kejadian yang lebih mengerikan. Du mengungkapkan korban Wu telah mencapai lebih dari 31 termasuk dirinya. Dan gadis-gadis di bawah umur ini dibuat menjadi sangat mabuk dan kemudian diperkosa. Lebih jauh, Du menyebutkan salah satu korban telah melakukan aborsi setelah tahu Wu menderita penyakit kelamin.

    Tim Kris Wu sendiri, seperti dilansir PopCulture, Ahad 18 Juli 2021, akan melayangkan gugatan dan membuat laporan polisi terhadap Du. Pengacara Wu di Beijing juga menolak tuduhan dan balik menuduh Du membuat tangkapan layar palsu. Du berkeras dia mengatakan yang sejujurnya. “Kami hanya ingin permohonan maaf. Kenapa itu begitu sulit,” tulis Du di salah satu unggahannya.

    Tuduhan Du menjadi trending lagi di media sosial Cina, setelah dia memberikan wawancara dengan a Entertainment. Menurut Global Times, Du mengklaim ada lebih delapan korban, termasuk dirinya dan setidaknya dua di antaranya di bawah umur. Tapi di Allkpop, ditulis korban mengklaim dia dan 30 perempuan remaja menjadi korban Wu.  

    Dia juga mengklaim mendapat bayaran 500 ribu Yuan atau setara Rp 1,1 miliar sebagai uang tutup mulut. Menurut pengakuan Du, ia mengembalikan uang tersebut. Dalam wawancara itu juga, Du mengatakan Wu akan merayu korban untuk melakukan hubungan seks.

    Setelah wawancara ini, merk-merk terkenal seperti Lancome, Kiehl's, dan Bestore menghapus unggahan media sosial mereka yang menampilkan Wu. Kosmetik merk Kans  juga mengakhiri kontrak dengan Wu. Tidak hanya itu, China Central Television News juga menghapus unggahan promo lagu Wu yang terakhir. Sejak tuduhan ini dilontarkan, Wu belum membuat komentar apapun.

    Sementara akun @dramapotaote, 19 Juli 2021, mengklaim Kris Wu sudah membuat komentar di Weibo. Melalui akun Mr_Wu Yifan Studio di Weibo, Wu mengaku tidak berkomentar karena tidak ingin mengganggu proses hukum yang sedang berjalan. Ia juga mengaku hanya sekali bertemu dengan Du, 5 Desember 2020 dan membantah membuatnya mabuk.

    Wu membantah semua tuduhan yang dilontarkan oleh Du. Ia juga menyebut banyak orang saat kejadian berlangsung. “Aku sangat-sangat meminta maaf atas gangguan yang terjadi pada semua orang. Biar aku tegaskan di sini, tidak pernah ada mengejar daun muda," tulis Wu di Weibo dengan akun Mr_Wu Yifan itu.

    Kris Wu yang bernama asli Wu Yi Fan, lahir di Guangzhou, Cina tapi pindah ke Vancouver, Kanada sejak umur 10 tahun. Dia meraih kepopuleran saat bergabung dengan EXO sejak 2012-2014. Tahun 2017, ia bermain dalam film XXX: Return of Xander Cage bersama dengan Vin Diesel.

    Baca juga: Ini Pembenaran Young Lex setelah Dihujat karena Plagiat Video Musik Lay EXO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.