Sembuh dari Covid-19, Nino Kayam dan Haykal Kamil Donor Plasma Konvalesen

Reporter:
Editor:

Marvela

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nino Kayam dan Haykal Kamil donor plasma konvalesen. Instagram.

    Nino Kayam dan Haykal Kamil donor plasma konvalesen. Instagram.

    TEMPO.CO, Jakarta - Personel RAN, Nino Kayam berhasil sembuh setelah dinyatakan positif Covid-19 pada pertengahan bulan Juni lalu. Ia mengaku sudah siap kembali bekerja setelah menjalani isolasi mandiri sekitar 12 hari.

    "Akhirnya dinyatakan sehat. Gak pernah sekangen ini sama yang namanya kerja," tulis Nino di Instagram pada Minggu, 27 Juni 2021.

    Sebagai penyintas Covid-19, Nino mendonorkan plasma konvalesen untuk membantu mereka yang tengah berjuang sembuh. Menurutnya apa yang dilakukannya ini sebagai tanda bahwa dirinya menjadikan pengalaman terpapar Covid-19 kemarin menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi orang lain. "Mengubah pengalaman buruk jadi sesuatu yang baik. Hari ini nyoba donor plasma konvalesen. Semoga bermanfaat untuk orang lain," tulis Nino di Instagram pada Rabu, 14 Juli 2021.

    Dikutip dari situs resmi Palang Merah Indonesia atau PMI, donor plasma konvalesen adalah metode pengambilan darah plasma dari penyintas Covid-19 yang dapat diberikan sebagai terapi untuk pasien Covid-19 yang sedang dirawat. Pendonor harus dalam keadaan sehat dan bebas gejala selama 14 hari terakhir setelah sembuh. Berat badan minimal 55 kilogram, berusia 18-60 tahun, dan disarankan laki-laki.

    Selain Nino, aktor Haykal Kamil juga sebelumnya sudah menceritakan pengalamannya saat donor plasma konvalesen. Bermula dari melihat unggahan rekannya mengenai kebutuhan donor plasma konvalesen darah A dari penyintas Covid-19. Hatinya tergugah melihat unggahan tersebut setelah melihat banyak kabar duka cita di media sosial. "Siapa tau bisa bantu," tulis adik kandung Zaskia Adya Mecca di Instagram pada Kamis, 8 Juli 2021.

    Kemudian ia direkomendasikan untuk menghubungi Ringgo Agus Rahman yang juga sebagai penyintas Covid-19. "Ternyata dia baru aja coba donor namun tidak lolos skrining. Dia minta saya langsung hubungi @riandaaltera yang istrinya lagi di ICU untuk mendapat kepastian kebutuhan transfusi plasma, ternyata benar masih kurang," tulisnya.

    Akhirnya Haykal langsung menuju ke PMI Jakarta di daerah Kramat. Setelah mendaftar, mengisi formulir, pengambilan sample darah untuk uji lab, konsultasi dokter, Haykal dinyatakan lolos skrining dan bisa menjadi donor plasma konvalesen. Prosesnya berjalan selama 45 menit. "Petugas bercerita, hari itu saja ada kebutuhan 500 kantong plasma, yang tersedia? 0, ya bener PMI ga punya stok. Padahal ini sangat penting untuk pengobatan pasien," tulisnya.

    Di akhir unggahannya, Haykal Kamil mengajak para penyintas Covid-19 tiga bulan terakhir untuk membantu sesama dengan mendonorkan plasma konvalesen. Ia juga mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi jika ingin menjadi pendonor. "Kemanusiaan di atas segalanya, semoga bukan hanya sekedar kata," tulisnya.

    Nino Kayam dan Haykal Kamil mendapat banyak pujian. Mereka salut sekaligus termotivasi dengan apa yang dilakukan keduanya. "Alhamdulillah mantap, setetes darah sangat berarti untuk mereka," tulis @sariayumekar. "Semoga menjadi contoh penyintas yang lain," tulis @drisanggie. "Respect, semoga membawa berkah manfaat bagi yang memberi dan yang menerima," tulis @desiidesiii.

    #JagaJarak #PakaiMasker #CuciTangan #DiamdiRumah

    Baca juga: Nino Kayam Positif Covid-19, Della Dartyan Beri Semangat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.