Gemas Lihat Arogansi Satpol PP Tampar Ibu Hamil, Atta Halilintar: Kita Proses Om

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aurel Hermansyah dan suaminya Atta Halilintar mengunggah foto saat merayakan satu bulan pernikahan mereka. Instagram

    Aurel Hermansyah dan suaminya Atta Halilintar mengunggah foto saat merayakan satu bulan pernikahan mereka. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Atta Halilintar ikut gemas dengan pemberitaan seorang ibu hamil yang ditampar petugas Satuan Polisi Pamong Praja di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dalam patroli PPKM Darurat. Ia mengunggah kembali video viral itu di akun Instagramnya, Kamis, 15 Juli 2021. Atta hanya memberikan emotikon menangis pada unggahan itu. 

    Atta membagikan video yang dijadikan TikTok oleh akun @febyenya. Video itu sendiri disertai penjelasan pada setiap adegan. Sebelumnya, video itu dibagikan sendiri oleh Ivan van Houten, suami korban yang bernama Rosmiyati Khastury di akun Facebooknya lalu beredar viral. "Teganya memukul wanita yang lagi hamil sampai ketubannya pecah," demikian narasi yang diberikan di video TikTok itu. 

    Di vlog Ivan sendiri, terlihat jelas bagaimana satpol PP bernama Mardani itu masuk ke warung yang dimiliki Ivan dan Rosmiyati. "Mana istrimu, saya periksa, saya punya kewenangan, saya Satpol," katanya berjalan mendekati istri Ivan. Ia kemudian mempersoalkan baju daster yang dikenakan Rosmiyati dan menyebutnya tak sopan. 

    "Dia tiba-tiba langsung masuk, Pak. Langsung tampar istriku sampai merah," teriak Ivan ketika menunjukkan kepada polisi dan tentara yang mengikuti patroli dan merasa tak enak hati melihat arogansi Satpol PP itu. 

    Terlihat Rosmiyati menahan marah. Pipinya memerah bekas tamparan itu. "Keluar ketubanku,"ucapnya. 

    Setelah kejadian itu, Rosmiyati dilarikan ke rumah sakit. Dari berita di media setempat, diketahui Ivan bersyukur istri dan janin yang dikandungnya selamat. Mardani pun sudah dilaporkan ke polisi. 

    Unggahan ulang Atta ini menarik perhatian para selebritas lain untuk ikut berkomentar. "Kita proses," tulis Deddy Corbuzier. Pengacara, Sunan Kalijaga ikut menyatakan akan memperkarakan kasus ini. "Lapor, tangkap, tahan. Proses hukum masukkan penjara biar jadi efek jera buat petugas lainnya. Atta Halilintar pun mendukung rencana mereka. "Kita proses Om," tulisnya menjawab komentar Deddy Corbuzier. 

    Baca juga: Atta Halilintar dan Ernest Prakasa Galang Donasi Bantu Pasok Tabung Oksigen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.