Perdebatan Takut Tuhan vs Corona, Quraish Shihab: Jangan Dipertentangkan

Reporter:
Editor:

Marvela

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Najwa Shihab menggandeng ayahnya, cendikiawan Muhammad Quraish Shihab setelah menjenguk Presiden ketiga BJ Habibie di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, Rabu, 11 September 2019. Sambil bergandengan tangan, keduanya berjalan menuju ruangan BJ Habibie dirawat dan sempat melempar senyuman ke awak media. ANTARA

    Najwa Shihab menggandeng ayahnya, cendikiawan Muhammad Quraish Shihab setelah menjenguk Presiden ketiga BJ Habibie di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, Rabu, 11 September 2019. Sambil bergandengan tangan, keduanya berjalan menuju ruangan BJ Habibie dirawat dan sempat melempar senyuman ke awak media. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ulama besar Indonesia, Quraish Shihab menjawab pertanyaan putrinya, Najwa Shihab soal perdebatan di masyarakat mengenai ketakutannya terhadap Tuhan dan virus corona. Pemerintah sudah berkali-kali mengimbau agar masyarakat membatasi kegiatan keagamaan di rumah ibadah dan menjalankannya dari rumah masing-masing, namun tetap saja ada yang tidak peduli.

    Meski video jawaban Quraish Shihab ini diambil tahun lalu, Najwa Shihab merasa ada kesamaan dengan keadaan saat ini di mana Indonesia kembali mengalami situasi serupa seperti di awal pandemi dan muncul perdebatan yang tak berujung. Najwa memberi judul video tersebut dengan Takut Allah vs Takut Virus. Pasalnya, MUI dan para ulama juga telah menyatakan bahwa ibadah sebaiknya dilakukan di rumah untuk menekan resiko penularan Covid-19.

    "Abiku ada yang mengatakan tidak usah takut keluar rumah, tidak usah menghindari keramaian, ayo berbondong-bondong datang ke masjid. Takut itu kepada Allah jangan takut kepada virus. Apakah memang bisa dipertentangkan ketakutan manusia terhadap suatu hal dengan ketakutan kepada Allah?" kata Najwa Shihab dalam video yang diunggahnya di Instagram pada Senin, 5 Juli 2021.

    Quraish Shihab menjelaskan bahwa kedua ketakutan tersebut tidak seharusnya dipertentangkan. "Iya Nana, pertanyaannya ini memang biasa kita dengar seperti itu, padahal tidak harus dipertentangkan antara aneka takut itu. Kita lihat dahulu takut itu adalah keresahan menyangkut masa depan. Sedih keresahan menyangkut masa lalu," katanya.

    Paus Fransiskus bersalaman dengan Quraish Shihab saat mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed untuk berdiskusi dengan Dewan Tetua Muslim di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 4 Februari 2019. Dalam kunjungan ini, Paus Fransiskus membuat sejarah dengan menjadi Paus pertama yang menginjakkan kakinya ke Semenanjung Arab. Vatican Media/­Handout via REUTERS

    Menurutnya, keresahan setiap manusia beragam. Mulai dari takut bertambah tua, takut meninggal, sampai takut kepada Tuhan. Namun segala ketakutan tersebut bisa diatasi juga dengan berbagai cara. Menurutnya virus corona juga perlu ditakuti karena bisa memberikan efek yang cukup besar. "Takut pada singa hindari singa, takut pada Allah mendekat pada Allah. Takut tidak lulus ujian, belajar, demikian seterusnya. Corona adalah suatu penyakit yang menakutkan karena bisa mengantar seseorang kepada kematian atau sakit yang parah," katanya.

    Namun ketakutan terhadap virus corona itu juga bisa diatasi tanpa harus melanggar perintah agama. "Ada caranya untuk menghindar yang diperintahkan oleh Allah. Siapkan diri, ke dokter dan lain-lain sebagainya," katanya. "Kita tidak bisa mempertentangkan kenapa? Karena rasul pun, nabi pun takut."

    Pendiri Pusat Studi Al-Quran menjelaskan lewat kisah Nabi Musa dan Nabi Ibrahim AS yang juga merasa takut di situasi tertentu namun bukan berarti ia tidak takut kepada Tuhan. "Jadi tidak harus dipertentangkan antara takut kepada corona, takut kepada binatang, takut ini. Kita diajarkan sekian banyak doa," katanya. Kemudian ia mengingatkan Najwa tentang doa yang diajarkan sejak kecil untuk menghadapi ketakutan, "Wahai Tuhan yang memberi rasa aman kepada orang-orang, selamatkan kami dari apa yang kami takuti, berikan kami rasa aman terhadap apa yang, jadi tidak ada pertentangan."

    Di akhir penjelasannya, Quraish Shihab kembali menegaskan bahwa ketakutan terhadap Tuhan dan virus corona tidak perlu lagi menjadi perdebatan. "Kita tempuh cara-cara yang dibenarkan oleh agama yang dianjurkan oleh rasul dan dianjurkan oleh orang-orang yang mengerti persoalan. Jangan dipertentangkan," katanya.

    #JagaJarak #PakaiMasker #CuciTangan #DiamdiRumah

    Baca juga: Bantah Tulis Surat Viral yang Meragukan Tes PCR, Najwa Shihab: Covid Itu Nyata


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.