Iwan Fals: Penimbun Oksigen dan Obat Harus Dihukum Seberat-beratnya

Reporter:
Editor:

Marvela

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iwan Fals saat menghadiri konpers Konser Akhir Kisah Cinta Si Doel di Falcon Pictures, Jakarta, Senin, 13 Januari 2020. Film Akhir Kisah Cinta Si Doel sendiri akan tayang serentak di Bioskop pada 23 Januari 2020.Tempo/Nurdiansah

    Iwan Fals saat menghadiri konpers Konser Akhir Kisah Cinta Si Doel di Falcon Pictures, Jakarta, Senin, 13 Januari 2020. Film Akhir Kisah Cinta Si Doel sendiri akan tayang serentak di Bioskop pada 23 Januari 2020.Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi legendaris, Iwan Fals ikut bersuara tentang maraknya penimbunan oksigen dan obat-obatan di masa krisis pandemi Covid-19 ini. Ia tidak habis pikir dengan oknum yang memanfaatkan keadaan demi keuntungan pribadi.

    "Ya iyalah, para penimbun oksigen, obat-obatan, vitamin serta kebutuhan dasar untuk hidup, demi keuntungan dan karena keserakahan di masa pandemi ini, ya harus dihukum seberat-beratnyalah, tega amat," tulis Iwan Fals di Twitter pada Senin, 5 Juli 2021.

    Sejak beberapa hari lalu media sosial diramaikan dengan berbagai foto maupun video antrean panjang di tempat penjualan oksigen. Selain harganya yang semakin mahal, saat ini tabung oksigen juga sudah mulai langka di beberapa kota karena tingginya permintaan. Netizen ikut mendukung pernyataan Iwan Fals itu. Menurut mereka para penimbun tersebut sangat tidak menunjukkan sisi kemanusiaan di tengah situasi genting saat ini.

    "Benar Bang, apalagi korupsi bansos Bang, semuanya harus dihukum seberat-beratnyalah! Tega teramat sangat!" tulis @virgo_vod. "Binatang tak mempunyai akal dan pikiran, segala cara dihalalkan demi perut kenyang, binatang tak pernah tahu rasa belas kasihan, padahal di sekitarnya terlatih berjalan pindang, pas buat para penimbun," tulis @_cullpjfc.

    Pemerintah telah mengingatkan kepada distributor untuk tidak menimbun oksigen maupun obat-obatan demi mencari keuntungan pribadi di tengah krisis pandemi Covid-19. Juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menegaskan bahwa pasokan oksigen harus diprioritaskan untuk pasien yang membutuhkan.

    "Distributor dan pelaku penimbun oksigen dan obat-obat penting untuk perawatan Covid-19 adalah musuh masyarakat dan akan ada ganjarannya," katanya dalam konferensi pers pada Minggu, 4 Juli 2021.

    Warga mengantre untuk isi ulang tabung oksigen di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin, 28 Juni 2021. Permintaan pengisian tabung oksigen rumahan dan rumah sakit mengalami kenaikam 100 persen sejak lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pemerintah menyadari bahwa ketersediaan oksigen saat ini terbatas. Hal ini membuat pemerintah terus berusaha mencari pasokan oksigen dari lokal maupun membuka peluang mendatangkannya langsung dari luar negeri alias impor. Masyarakat diminta untuk mempelajari tata cara pertolongan pertama bagi pasien dengan kadar oksigen di bawah 90 persen. Informasi mengenai hal tersebut dapat diperoleh dari Kementerian Kesehatan, para dokter, hingga dari telemedis.

    Iwan Fals mengejutkan para pengguna Twitter pada Kamis malam, 24 Juni 2021. Pasalnya cuitannya membuat netizen menduga bahwa ia tengah terpapar Covid-19. "ISOMAN," tulisnya dengan singkat. Kata isoman merupakan kependekan dari isolasi mandiri. Dua kata ini mengacu pada tindakan yang sekarang ini biasa dilakukan seseorang yang terpapar Covid-19.

    Iwan Fals juga menambahkan pada cuitan berikutnya bahwa isoman adalah pilihan yang bisa diambil karena sudah banyak rumah sakit yang penuh. "Karena rumah sakit penuh ya isomanlah, bagi yang sedang menjalani dan yang merawat tetap SEMANGAT," tulisnya. Sejumlah penggemarnya mendoakan kesembuhan untuk penyanyi yang terkenal dengan lagu Bento ini. Iwan Fals bahkan sampai mengganti nama Twitternya menjadi Oi PPKM Darurat Oiii, untuk mengingatkan netizen bahwa saat ini PPKM Darurat tengah berlangsung mulai tanggal 3 hingga hingga 20 Juli 2021 di wilayah Jawa dan Bali.

    #JagaJarak #PakaiMasker #CuciTangan #DiamdiRumah

    Baca juga: Iwan Fals Tulis Isoman, Netizen Ramai-ramai Doakan Lekas Sembuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.