10 Tahun lalu, Kepergian Dai Sejuta Umat Zainuddin MZ

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • K.H. Zainuddin M.Z. Dok.TEMPO/Fernandez Hutagalung

    K.H. Zainuddin M.Z. Dok.TEMPO/Fernandez Hutagalung

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini genap 10 tahun Indonesia kehilangan Dai Sejuta Umat, Zainuddin MZ. Selasa, 5 Juli 2011. Ia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 09.20 di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Kabarnya ia sudah tak sadarkan diri saat hendak menuju rumah sakit, diduga penyebab kematian pendakwah ini adalah serangan jantung.

    Meski Zainuddin MZ telah menghadap ilahi, tapi sampai sekarang rekaman-rekaman ceramah pendakwah ini masih kerap menggema di pengeras masjid-masjid, dari Sabang sampai Merauke saat menjelang azan salat fardhu.

    Dikenal dengan nama Zainuddin MZ, ternyata nama aslinya adalah Zainuddin Hamidi. Nama tersebutlah yang tertera di kartu identitasnya. Namun, di nisannya tertulis nama Zainuddin MZ, tak ada permintaan khusus dari almarhum, hanya untuk mempermudah pelayat jika berziarah ke makam sang dai.

    Pria kelahiran Jakarta, 2 Maret 1952 ini sejak kecil sudah piawai berpidato. Ia tak segan-segan menunjukkannya pada orang yang bertamu ke rumah kakeknya. Bakat itu terus tersalurkan hingga ia jadi penceramah idola seluruh lapisan masyarakat. Materi ceramah dibawakannya dengan populer, disisipi gurauan, yang disukai publik.

    Tak salah jika julukan dai sejuta umat diterimanya. Tingginya antusias masyarakat terhadap materi-materi dakwahnya mengantarkannya jadi pencernaan di beberapa radio. Rekaman dakwah suami Hj Kholila ini pun tak hanya beredar Tanah Air, tapi juga di penjuru Asia.

    Anak semata wayang pasangan Turmudzi dan Zainabun ini menempuh pendidikan tinggi di IAIN  sekarang UIN Syarif Hidayatullah. Kemudian berhasil mendapatkan gelar doktor dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

    Uniknya, sebagai pendakwah, Zainuddin MZ juga penikmat lagu-lagu dangdut yang populer di masanya. Sesekali saat ceramah ia juga mendendangkan beberapa lagu yang berkaitan dengan isi materinya. Sebab hobi tersebut ia dikontrak oleh sebuah biro perjalanan haji yang dikenal, program bertajuk 'Nada dan Dakwah' dalam konten tersebut pendakwah ini bersafari ke daerah lain di pelosok negeri.

    RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION

    Baca: Kiai Sejuta Umat Zainuddin MZ Wafat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.