BWF Dukung Racket Boys, Netizen Indonesia: Belum Puas Berulah di All England?

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan di drama Korea terbaru Netflix, Racket Boys. Dokumentasi: Netflix

    Adegan di drama Korea terbaru Netflix, Racket Boys. Dokumentasi: Netflix

    TEMPO.CO, Jakarta - Serial drama Korea, Racket Boys yang mengecewakan pecinta bulu tangkis Indonesia ternyata didukung oleh Badminton World Federation atau BWF. Dukungan ini terlihat dalam unggahan di akun resmi Instagram mereka, BWF Official pada Senin, 21 Juni 2021. 

    "Senin adalah hari #RacketBoys! Apakah kalian pernah seheboh Racket Boys saat melihat lapangan bulu tangkis!?" tulis mereka.

    Episode 5 Racket Boys menuai kemarahan netizen Indonesia saat menggambarkan turnamen Indonesia Terbuka junior. Dalam drama itu, digambarkan Indonesia sebagai tuan rumah, berlaku seenaknya sebagai tuan rumah dengan memberikan kamar hotel tak berpendingin udara bagi kontingen Korea Selatan. 

    Ko Soobin, anak Yannie Kim bersama aktor lainnya yang berperan di drama Korea Racket Boys. (Instagram/@yannie_kim79)

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, ofisial Korea Selatan menyebut cara Indonesia memperlakukan tamu tidak layak dengan memaksa mereka berlatih di suatu tempat yang jauh sedangkan tuan rumah sendiri berlatih di arena pertandingan.

    Gambaran ini jauh dari kenyataan. Selama ini, Indonesia Open merupakan satu dari tiga turnamen super series 1000 BWF.  Hanya Indonesia, Inggris lewat All England dan Cina melalui China Open yang mendapatkan standar kasta tertinggi dalam turnamen badminton. 

    Dukungan BWF terhadap drama yang tayang di SBS dan Netflix ini memperpanjang kekesalan penggemar bulu tangkis Indonesia yang belum sembuh dari luka saat dipaksa mundur dari semua pertandingan di All England, Maret lalu. Saat itu, kontingen Indonesia dilarang ikut karena satu pesawat dengan penumpang positif Covid-19.

    Drama Korea terbaru Netflix, Racket Boys. Dokumentasi: Netflix

    Penggemar olahraga tepok bulu ini pun melampiaskan ke BWF yang dianggap bertanggung jawab atas kerugian Indonesia. Mereka memborbardir akun Instagram dan Twitter BWF sehingga memaksa admin media sosial itu menonaktifkan komentar dan bisa menghilangkan satu akun lainnya. 

    Dengan dukungan terhadap drama Racket Boys ini, netizen Indonesia makin meluapkan kemarahan kemarahan kepada BWF. "Masih enggak puas berulah di All England?" tulis @axlkharisma. "Berani-beraninya kamu admin? Mancing-mancing netizen Indonesia nih," tulis @gilbertadshg. "Tidak, drama ini rasis," tulis @oodimas. 

    Sebagian netizen menilai dukungan BWF ini sebagai cara menaikkan rating Racket Boys yang anjlok karena serangan netizen Indonesia. "Admin mencoba naikin rating," tulis @purjie17. "Rating 1,3/10," tulis @redbuld_sport. Di situs IMDb, rating Racket Boys anjlok dari 8,5/10 kini tinggal 1,3/10 dan oleh pengguna Google hanya disukai 6 persen, jumlah yang teramat minim untuk sebuah drama Korea. 

    Baca juga: Dianggap Mempermalukan Negara, Racket Boys Dikritik Netizen Korea


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.