Alasan Bella Saphira Mualaf Sebelum Menikah dengan Jenderal

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti (kiri) bersama istri Ketua Dharma Pertiwi wilayah G, Bella Saphira (kanan), pada perayaan HUT Dharma Pertiwi ke 52 di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf, Makassar, 26 April 2016. Dalam HUT kali ini Dharma Pertiwi bertekad mewujudkan ketahanan pangan di kalangan keluarga TNI. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti (kiri) bersama istri Ketua Dharma Pertiwi wilayah G, Bella Saphira (kanan), pada perayaan HUT Dharma Pertiwi ke 52 di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf, Makassar, 26 April 2016. Dalam HUT kali ini Dharma Pertiwi bertekad mewujudkan ketahanan pangan di kalangan keluarga TNI. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris, Bella Saphira akhirnya mengungkapkan alasan dia mualaf sebelum dinikahi Agus Surya Bakti, purnawirawan jenderal bintang tiga yang kini menjadi Komisaris Utama PT Antam. Ia mengungkapkan hal yang selama ini tak pernah ia buka itu di kanal Youtube Venna Melinda, yang ditayangkan pada Selasa, 1 Juni 2021. 

    Menurut perempuan Batak ini, ia lahir, tumbuh besar, dan mendapatkan pendidikan secara militer lantaran ayah dan kakeknya adalah perwira Angkatan Laut. "Didikan keluarga saya, dalam rumah tangga itu satu kesatuan itu harus. Nakhoda itu ayah, ibu itu navigator. Kalau rumah, ayah atap, ibu itu tiang, empat kaki harus kuat," ujarnya.

    Berpegang pada prinsip tersebut, kata Bella, amat sulit jika dalam satu kapal atau satu rumah dijalankan dengan dua keyakinan. "Sebenarnya enggak papa beda keyakinan tapi akan sulit di saat kita harus menjadi satu, tidak akan semudah mempertahankan perbedaan keyakinan. Tapi saya sih, kalau bisa jangan cari gara-gara," ucapnya

    Bella menuturkan, sebenarnya urusan keyakinannya itu menjadi masalahnya dengan Tuhan. Hanya Allah yang mengetahui alasannya masuk Islam.  Menurut dia, jika menjalani hubungan berbeda keyakinan yang tidak direstui orang tua, jika sudah tercium ke depan akan sulit, lebih baik tidak melawan orang tua.

    Usai membaca dua kalimat syahadat, Bella Saphira menutupi wajahnya dengan kerudung hijau ketika meninggalkan Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (26/7). TEMPO/Nurdiansah

    "Jangan berbantah dengan orang tua. Saya termasuk orang yang masih yakin ucapan orang tua itu hampir 99 persen diridhoi Tuhan. Jadi, kalau sudah kebaca sulit ya jangan jadi bodoh untuk mempertahankan sesuatu yang akan sia-sia. Kalau berantem pasti akan terbawa-bawa," katanya. 

    Bella tak memungkiri, ia sempat berseteru dengan orang tua. Kedua orang tuanya bahkan tak menghadiri pernikahannya dengan Agus saat menikah pada 2013 itu. Tapi ia belajar, setiap pribadi memiliki jalan yang berbeda yang ditakdirkan Tuhan. 

    "Tidak semua orang bisa dimuluskan, diizinkan, hidayahnya dapat. Pada saat saya dimusuhi oleh situasi saat itu, batin, hati, dan isi kepala orang tua kita tidak benar-benar membenci kita," katanya.

    Dari prinsip itu, kata Bella, ia mantap berpindah keyakinan. "Orang tua saya, yang sudah menikah di atas 56 tahun, mereka sakinah, mawadah, warahmah karena satu keyakinan. Kalau berbeda tidak akan samawa dan bisa menjadi potensi permasalahan." Berjalannya waktu, keluarga besar menerima Agus dan dua anaknya sebagai bagian dari keluarga besar. Bahkan kedua orang tua Bella, kerap berkunjung ke rumah anak dan menantunya itu untuk berliburan. 

    Bella Saphira menikah dengan Agus Surya Bakti pada 30 Agustus 2013. Pada 26 Juli 2013, Bella Saphira mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Agus ikut mendampingi saat Bella masuk Islam.  

    Baca juga: Bella Saphira Penjajakan dengan Suami dari Jualan Produk MLM untuk Calon Mertua


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.