Hotman Paris: Saya Kalah dengan Betina Sangat Kecil, Cincin Berlian Ganti Infus

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hotman Paris berfoto bersama perawat di Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta. Foto: Instagram

    Hotman Paris berfoto bersama perawat di Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta. Foto: Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Hotman Paris mengabarkan kondisi kesehatannya yang sedang tidak baik. Dia terkena demam berdarah dan harus dirawat di rumah sakit.

    Lewat Instagram, Hotman Paris menunjukkan bagaimana dia menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta, pada Minggu, 23 Mei 2021. "Cincin berlian diganti kabel infus," tulis Hotman Paris. Lucunya, seluruh perawat yang berfoto bersamanya menunjukkan gaya seperti menunjukkan cincin ala Hotman Paris.

    Dia belum tahu berapa lama perawatan DBD ini akan berlangsung. Yang jelas, menurut Hotman, dia masih menunggu apa diagnosis dokter lebih lanjut. "Saya kalah dengan betina yang sangat kecil," ucap Hotman Paris.

    Pengacara Hotman Paris Hutapea. Dok. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Saat ini Hotman Paris tinggal menunggu kadar trombosit dalam darahnya naik. "Saya sudah sehat nih. Musuh-musuh kita siap bertarung lagi," kata Hotman Paris. "Tapi kalau nyamuk betina, sorry. Aku ngalah deh. Kalo ada nyamuk betina, aku kabur."

    Hotman Paris mengaku sudah tak enak badan saat berada di Bali. Ketika datang ke klub langganannya, dia merasa tidak bersemangat dan lemah. Terlebih suasana di klub amat sepi. Jika biasanya sampai ratusan, saat itu hanya sekitar sepuluh orang saja. 

    Netizen mendoakan supaya Hotman Paris lekas pulih dari penyakit demam berdarah. Meski begitu, ada juga yang memberikan komentar lucu karena Hotman tetap santai dan penuh humor saat menjalani perawatan. "Dikira orang kaya enggak bisa sakit bang," tulis seorang netizen. "Akhirnya kalah sama nyamuk," komentar warganet lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.