21 April Tak Hanya Kelahiran RA Kartini, Ebiet G Ade pun Ulang Tahun

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ebiet G. Ade dan Adera perkenalkan lagu Untuk Kita Renungkan pada milenial. Foto/Dok.Musica Studios

    Ebiet G. Ade dan Adera perkenalkan lagu Untuk Kita Renungkan pada milenial. Foto/Dok.Musica Studios

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini, 21 April  bukan hanya kelahiran RA Kartini, tapi juga bertepatan dengan kelahiran Ebiet G Ade, penyanyi balada pencipta lagu Berita Kepada Kawan.

    Musisi bernama aslu Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far ini lahir di Wanadadi, Banjarnegara, Jawa Tengah pada 21 April 1954. Ia merupakan anak ke-6 pasangan Aboe Dja'far dan Saodah. Ayah Ebiet merupakan seorang pegawai negeri sipil, sedang ibunya adalah pedagang kain. Kemudian, dia menikah pada 4 Februari 1982 dengan Koespudji Rahayu Sugianto dan dikaruniai 4 anak, 3 laki-laki dan 1 perempuan.

    Nama Ebiet didapat dari pengalamannya saat kursus bahasa Inggris semasa SMA. Abid menjadi Ebiet karena pengucapan gurunya yang orang asing mengubah bunyi A menjadi E. Nama Ad berasal dari nama ayahnya yang disingkat, kemudian ditulis Ade sesuai bunyi penyebutannya.

    Ebiet G Ade dikenal sebagai penyanyi dengan lagu-lagunya yang bertemakan alam dan duka derita kelompok tersisih. Kebanyakan lagu-lagu miliknya bergenre folk pop, country, dan soft rock serta dikemas dalam format balada.

    Penyanyi legendaris ini juga memiliki kelompok penggemar bernama MemBers EGA (Membumi Bersama Ebiet G. Ade). Bersama kelompok tersebut, Ebiet menjalin komunikasi, kekerabatan, dan persaudaraan antar sesama komunitas pencinta lagunya.

    Ebiet juga telah meraih beberapa penghargaan antara lain Legend Award, di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) pada 2019, yang semakin memantapkan jika dirinya benar-benar penyanyi legendaris Indonesia.

    Selain itu lagu Ebiet G Ade meraih penghargaan lain yang pernah dirinya capai seperti, 18 Golden dan Platinum Record dari Jackson Record dan label lainnya dari album Camellia I hingga Isyu!, Biduan Pop Kesayangan PUSPEN ABRI (1979-1984), Pencipta Lagu Kesayangan Angket Musica Indonesia (1980-1985), Penghargaan Diskotek Indonesia (1981), 10 Lagu Terbaik ASIRI (1980-1981), Penghargaan Lomba Cipta Lagu Pembangunan (1987) dan Penyanyi kesayangan Siaran Radio ABRI (1989-1992).

    TEGUH ARIF ROMADHON

    Baca: Ebiet G Ade Tak Sengaja Jadi Penyanyi



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.