3 Film Perjuangan Kartini dalam 3 Sudut Pandang

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Kartini

    Film Kartini

    TEMPO.CO, Jakarta - Raden Ajeng Kartini adalah pahlawan nasional Indonesia yang terkenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Nusantara. Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar setara dengan laki-laki, terutama di bidang pendidikan.

    Untuk memperingati hari lahir Kartini, 21 April 2021, beikut 3 film Tanah Air yang memanifestasikan kisah Kartini dalam sudut pandang berbeda di masing-masing filmnya:

    1. R.A Kartini (1982)

    R.A Kartini adalah sebuah film drama perjuangan Indonesia adaptasi dari buku “Biografi Kartini” yang ditulis Sitisoemandari Soeroto. Diproduksi tahun 1982, film ini disutradarai Sjumandjaja, dan diperankan oleh Yenny Rachman, Bambang Hermanto dan Adi Kurdi.

    Berdurasi 165 menit, film R.A Kartini menceritakan perjuangan Kartini saat memperjuangan hak-hak kaum perempuan Indonesia yang kala itu masih dianggap manusia kelas dua setelah laki-laki. Film ini menarasikan ulang saat Kartini mendobrak batas tradisi dan bagaimana usahanya agar perempuan memiliki hak setara laki-laki, terutama dalam fasilitas pendidikan.

    Pada Festival Film Indonesia (FFI) 1983, R.A Kartini milik Sjumandjaja ini meraih setidaknya tiga piala citra, di antaranya diperoleh Nani Widjaja (Mas Ayu Ngasirah) untuk kategori pemeran pembantu terbaik, Soetomo GS untuk kategori penata kamera terbaik, dan Sudharnoto untuk kategori penata musik terbaik.

    1. Surat Cinta untuk Kartini (2016)

    Surat Cinta untuk Kartini merupakan film garapan Azhar Kinoi Lubis yang dirilis pada April 2016. Berangkat dari kisah fiksi berlatar sejarah, film ini menceritakan seorang tukang pos bernama Sarwadi (diperankan Chiko Jeriko) yang jatuh cinta pada sosok Kartini (diperankan Rania Putrisari). Sarwadi digambarkan amat kagum pada sosok Kartini yang berani melawan strandarisasi sikap perempuan kala itu, yang membuatnya banyak dicibir orang sebagai perempuan aneh.

    Sarwadi sama sekali tidak terpengaruh oleh cibiran orang tentang Kartini, justru ia terkagum-kagum saat mengetahui Kartini mendirikan sekolah bagi kaum perempuan bumiputra, agar perempuan memiliki hak dalam akses pendidikan. Namun Sarwadi harus merasakan patah hati saat mengetahui Kartini dilamar oleh Bupati Rembang yang sudah beristri tiga.

    1. Kartini (2017)

    Kartini yang dirilis 2017 lalu merupakan film garapan Hanung Bramantyo dan jadi film ke tiga Kartini yang tayang dilayar perfileman. Diperankan Dian Sastrowardoyo, Deddy Sutomo, Christine Hakim, Acha Septriasa, Ayushita, Reza Rahadian dan Adinia Wirasti, film Kartini berkisah tentang bagaimana Kartini (diperankan Dian Sastro) menyaksikan ibunya sendiri yang bernama Ngasirah terbuang dari rumah, sebab tak memiliki darah nigrat, bahkan ibunya dijadikan sebagai pembantu.

    Berdurasi 122 menit, film ini menyongsong kisah ikonik Kartini saat memperjuangkan hak-hak perempuan, agar setara dengan laki-laki. Ia juga menyetarakan hak bagi semua orang, baik bergelar nigrat maupun rakyat biasa. Dikisahkan Kartini bersama kedua saudarinya Roekmini (diperankan Acha Septriasa) dan Kardinah (diperankan Ayushita) berjuang mendirikan sekolah untuk kaum miskin, dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk semua masyarakat Jepara.

    Itulah 3 film nasional yang menceritakan kisah Kartini dalam memperjuangkan emansipasi. Film ini bisa Anda tonton dalam rangka menghadirkan kembali ingatan terhadap perjuangan Kartini.

    DELFI ANA HARAHAP

    Baca: Film Kartini Hanung Bramantyo Diputar di Markas Besar PBB

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.