Ini Perbedaan Anime dan Manga Asal Jepang, Jangan Salah Kaprah

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan film anime berjudul Digimon Advanture the Movie. (Den of Geek)

    Cuplikan film anime berjudul Digimon Advanture the Movie. (Den of Geek)

    TEMPO.CO, JakartaAnime dan manga adalah dua istilah yang sering dikaitkan. Kedua istilah tersebut merujuk pada satu hal yang sama, yaitu gaya kartun yang berasal dari Jepang. Meski sama-sama menjadi media cerita visual, anime dan manga merupakan istilah yang memiliki makna berbeda.

    Anime adalah istilah untuk kartun bergaya Jepang yang disajikan dalam media film atau serial televisi. Anime memiliki dinamika yang diciptakan dari suara karakter serta musik latar yang disesuaikan dengan jalan cerita.

    Sedangkan manga sebenarnya ditujukan untuk media cetak yang hanya berisi gambar dan tulisan, seperti komik atau novel grafis. Karakter-karakter yang muncul dalam manga dan anime selalu digambarkan dengan mata yang besar dan rambut berwarna terang.

    Dibandingkan anime, kisah-kisah yang disajikan dalam manga cenderung lebih panjang dan mendetail. Hal ini karena manga menyajikannya melalui komik atau novel grafis yang terdiri dari belasan, puluhan, bahkan ratusan seri atau volume.

    Sedangkan anime, memerlukan lebih banyak waktu serta biaya produksi. Sehingga memiliki alur cerita yang lebih singkat dan tidak mendalam. Jalan cerita serta perkembangan karakter-karakter di dalamnya pun dibuat lebih singkat karena menyesuaikan dengan jumlah episode dan durasi yang akan ditayangkan.

    Istilah manga berasal dari kata asli dalam bahasa Jepang yang terdiri dari dua suku kata man- yang berarti acak, dan –ga yang bermakna gambar. Sedangkan anime bukan merupakan kata asli dari bahasa Jepang. Kata yang digunakan untuk istilah ini awalnya adalah animeshiyon yang merupakan serapan dari kata animation dalam bahasa Inggris yang berarti kumpulan gambar yang bergerak.

    WINDA OKTAVIA

    Baca: Rekomendasi 5 Film Anime di Netflix yang Seru Buat Akhir Pekan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.