Krisdayanti Tampil di Panggung, Ibu-ibu Bergaun Dipentungi Gara-gara Prokes

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Krisdayanti, penyanyi. Instagram/@krisdayantilemos

    Krisdayanti, penyanyi. Instagram/@krisdayantilemos

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada-ada saja cerita tentang penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Ada yang asal-asalan memakai masker, ada pula yang tidak memakai masker sama sekali, tak sadar sudah berkerumun, dan sebagainya. Penyanyi Krisdayanti menceritakan pengalaman terkait protokol kesehatan atau prokes saat tampil dalam sebuah acara di Makassar, Sulawesi Selatan.

    Dalam wawancara dengan Dede Yusuf untuk podcast Jendela Dede Yusuf, Krisdayanti menyatakan saat itu dia datang ke sebuah pernikahan. Para tamu yang hadir menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker dan menjaga jarak.

    Di pesta itu juga terdapat sejumlah aparat dari Satuan Tugas atau Satgas Covid-19 yang memantau jalannya acara. Hingga kemudian Krisdayanti naik panggung untuk bernyanyi, para tamu pun bersorak senang dan berusaha mendekat ke panggung.

    Krisdayanti. Instagram/@krisdayantilemos

    "Satgas-nya sampai bawa pentungan," kata Krisdayanti di kanal YouTube Dede Yusuf, Jumat, 26 Maret 2021. "Jadi ibu-ibu yang pakai gaun itu dipentung-pentungin karena mau lari ke atas panggung, mau nyanyi bareng, mau foto, dan enggak bisa ditahan."

    Krisdayanti mengakui sebagai seorang seniman, dia kerap terbawa emosi saat tampil. Maksud hati ingin membuat penonton senang, Krisdayanti pernah alpa dengan mengajak mereka bernyanyi bersama. "Mikrofon kita ke sini, lalu balik lagi," katanya sembari memperagakan seolah tangannya sedang menjulurkan mikrofon kepada penonton dan menariknya kembali. "Eh, malah kesalahan."

    Krisdayanti memahami masyarakat butuh hiburan dan ingin merasa senang meski pandemi Covid-19 masih terjadi. Namun demikian, dia juga mengingatkan diri sendiri dan orang lain agar selalu menaati protokol kesehatan demi keselamatan bersama.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.