Pameran Bersemi, Menengok Tren Bertanam di Masa Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran tunggal perdana Taufiq HT berjudul Bersemi di Galeri Orbital Dago Bandung, 19 Maret-11 April 2021. Dok. Orbital

    Pameran tunggal perdana Taufiq HT berjudul Bersemi di Galeri Orbital Dago Bandung, 19 Maret-11 April 2021. Dok. Orbital

    TEMPO.CO, Bandung - Seniman Taufiq HT menangkap sisi lain fenomena pandemi Covid-19 di lingkungan sekitarnya. Dia menggambarkan hobi sebagian orang ketika harus banyak berdiam di rumah, yaitu dengan bercocok tanam. Lebih dari sekadar iseng, hobi itu dimaknai untuk mengenal kehidupan.

    Bunga-bunga aneka warna begitu semarak dalam sebuah vas gemuk yang pendek. Seakan ingin menyatu, pot itu juga digambari pemandangan dan aneka daun tanaman berwarna cerah. Seperti belum cukup membetot perhatian, latar belakang gambar itu dihabisi oleh gambar-gambar kecil beragam simbol yang riuh.

    Corak serupa muncul pada beberapa lukisan lain karya Taufiq HT. Vas-vas bunga atau tanaman yang disinari lampu hadir dengan muatan penuh serta dilatari gambar-gambar simbol. Di Galeri Orbital, Dago, Bandung, Jawa Barat, seniman kelahiran Mojokerto, 25 Januari 1990, itu menggelar pameran tunggal perdananya berjudul Bersemi. Dibuka Jumat, 19 Maret, pameran akan berlangsung hingga 11 April 2021.

    Kegiatan menanam flora di masa pandemi Covid-19 menjadi sebuah tren selain misalnya, memelihara ikan cupang. Taufiq hanya fokus pada hobi menanam, seperti aneka jenis bunga. Menurut rekan sesama seniman, Mujahidin Nurrahman, kegiatan bertanam itu bisa menjadi pengganti interaksi dengan orang lain. Hubungan sosial yang langsung itu terputus oleh munculnya pandemi Covid-19. "Pada umumnya interaksi sangat dibutuhkan oleh manusia," kata dia.

    Taufiq memposisikan bercocok tanam sebagai pelarian atau pengganti interaksi sosial yang hilang. Sadar atau tidak, mereka seperti berdialog dalam pikiran, berdialog dengan dirinya, juga dengan tanaman yang sedang dirawat. Selain itu, kasih sayang, intensitas dan komitmen orang turut tercurah pada tanamannya. "Hubungan emosi ini yang akan membuat manusia tetap sehat," ujarnya.

    Dalam sebuah karyanya yang berjudul Vertical Thinking, terdapat 32 gambar dengan ukuran sama. Mereka disusun dalam garis kotak-kotak yang mengesankan suasana isolasi di masa pandemi. Di luar kotak isolasi itu, sebagian orang memilih hidup bersama tanaman peliharaannya yang diharapkan bisa bersemi, mengalihkan perhatian dari pandemi Covid-19.

    Baca juga:
    Ada Agro Eduwisata di Jalan Poncol Ragunan, Ayo Belajar Bercocok Tanam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.