Hari Ini 21 Tahun Lalu HB Jassin Sang Paus Sastra Indonesia Wafat

Reporter

HB Jassin

TEMPO.CO, Jakarta - Pada hari ini 21 tahun lalu, tepatnya 11 Maret 2000, Hans Bague Jassin atau HB Jassin wafat dalam usia 83 tahun. Jassin wafat di Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan upacara kemiliteran.

Berbicara soal sastra, nama H.B Jassin tentu tak asing. H.B Jassin lahir di Gorontalo, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 1917. Ia seorang kritikus dan dokumentasi sastra Indonesia yang dijuluki sebagau Paus Sastra Indonesia.

Jassin bersekolah di Sekolah Hollandsch-Inlandsche di Gorontalo. Sekolah ini merupakan sekolah bahasa Belanda untuk orang Indonesia asli. Di sinilah Jassin mulai banyak membaca. Keluarganya pindah ke Medan, hingga ia ikut pindah sekolah. Ia mulai menulis resensi sastra pada masa itu, yang kemudian diterbitkan di surat kabar dan majalah lokal. Di Medan pulalah jassin berkenalan dengan Chairil Anwar.

Usai menyelesaikan studinya di HBS Medan, ia kembali ke Gorontalo. Sebelum itu, ia singgah ke Jakarta menemui Sutan Takdir Alisjahbana. Sutan Takdir ialah pengarang terkenal yang bekerja di Balai Pustaka, penerbit dan percetakan yang didirikan oleh Belanda. Mereka berdiskusi soal kesusastraan, bahasa, kebudayaan, dan sebagainya. Sesampainya di Gorontalo, Jassin bekerja di kantor warga setempat tanpa dibayar.

Tak lama, Sutan Takdir menyurati Jassin untuk menawarinya bekerja sebagai Redaktur Buku di Balai Pustaka. Sutan Takdir selaku Direktur Eksekutif ternyata terkesan dengan Jassin. Di dalam buku berjudul H.B Jassin Perawat sastra Indonesia, Sutan Takdir mengatakan bahwa orang sepintar Jassin pasti akan berguna untuk Balai Pustaka.

Namun, tawaran tersebut tidak langsung diterima Jassin, sebab permintaan ayahnya untuk bekerja di Gorontalo saja. Akhirnya Jassin bekerja sebagai tenaga sukarela di Kantor Asisten Residen. Jassin hanya bertahan 5 bulan. Setelah diizinkan ayahnya untuk pergi ke Jakarta, akhirnya Jassin kembali ke Ibukota pada tahun 1940. Di Balai Pustaka, Jassin bertugas membuat ulasan buku-buku sastra.

Di Balai Pustaka, Jassin bekerja sampai tahun 1947. Ia tetap memilih bekerja di lingkungan majalah kesusastraan dan kebudayaan. Di antaranya ada Mimbar Indonesia (1947—1966), Zenith (1951—1954), Bahasa dan Budaya (1952—1963, Kisah (1953—1956), Seni (1955), Sastra (1961—1969), dan Horison (1966--2000).

Pada tahun 1953, Jassin mengajar di Fakultas Sastra UI. Karena saat itu Jassin belum bergelar sarjana, ia diminta untuk berkuliah juga di fakultas itu. Jadi, ia menjadi dosen sekaligus mahasiswa di Fakultas Sastra UI. Pada tahun 1957, ia lulus. Ia terbang ke Amerika Serikat untuk memperdalam ilmu perbandingan sastra di Universitas Yale. Sepulang dari Amerika Serikat pada 1959, Jassin sempat berhenti mengajar dan kembali mengajar dua tahun kemudian. Jassin kembali berhenti dari Fakultas Sastra pada tahun 1964.

Berbekal pengetahuannya soal gaya menulis banyak pengarang, Jassin mengelompokkan pengarang-pengarang Indonesia ke dalam angkatan-angkatan. Ada Angkatan Pujangga Baru, Angkatan 45, dan Angkatan 66. Angkatan Pujangga Baru meliputi pengarang dan penyair yang karyanya terbit sebelum Indonesia merdeka, yang kebanyakan terbit di majalah.

Lalu Angkatan 45 meliputi pengarang dan penyair yang karyanya muncul antara tahun 1942 sampai tahun 1945. Karya-karya mereka dianggap lebih liar dan lebih berani dibanding angkatan sebelumnya. Sedangkan Angkatan 66 merupakan pengarang atau penyair yang menulis antara tahun 1962 sampai tahun 1968. Umumnya, angkatan ini menyajikan gambaran permusuhan antara kelompok sastrawan pendukung PKI dan penentang PKI.

Antologi ini kemudian disetujui dan diterima banyak orang. Sebab, ketika itu Jassin adalah satu-satunya orang yang menulis kritik sastra secara terus-menerus.

Di antara buku-buku kritik HB Jassin yang diterbitkan atas inisiatifnya sendiri seperti Angkatan 45 (1951), Tifa Penyair dan Daerahnya (1952), Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai (4 jilid, 1954—1967), Chairil Anwar Pelopor Angkatan ‘45 (1956), Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dalam Polemik (1963), dan Heboh Sastra 1968: Sebuah Pertanggungjawaban (1970).

ANNISA FEBIOLA

Baca juga: Alasan Dewan Juri Memilih 6 Sastrawan Pemenang Hadiah Sastra Rancage 2021






Festival Sastra Yogyakarta Sampai Akhir Pekan Ini, Catat 7 Lokasi Gelarannya

20 hari lalu

Festival Sastra Yogyakarta Sampai Akhir Pekan Ini, Catat 7 Lokasi Gelarannya

Festival Sastra 2022 menjadi sebuah perayaan menyambut kembali pertemuan antar warga sastra di Kota Yogyakarta.


Guru Besar Emeritus Unpad Partini Sardjono Berpulang

27 hari lalu

Guru Besar Emeritus Unpad Partini Sardjono Berpulang

Partini Sardjono yang merupakan Guru Besar Emeritus pada Fakultas Ilmu Budaya Unpad meninggal pada usia 90 tahun di rumahnya di Bandung, Jawa Barat.


Fakta tentang Annie Ernaux, Penulis Prancis yang Memenangkan Nobel Sastra 2022

51 hari lalu

Fakta tentang Annie Ernaux, Penulis Prancis yang Memenangkan Nobel Sastra 2022

Annie Ernaux merupakan perempuan ke-17 yang mendapatkan Hadiah Nobel sejak diselenggarakan pertama pada 1901.


Dosen Unpad Rancang Permainan Asyik untuk Asah Kemampuan Bahasa dan Sastra Indonesia

55 hari lalu

Dosen Unpad Rancang Permainan Asyik untuk Asah Kemampuan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dosen Unpad mengembangkan permainan seperti ular tangga, labirin, serta monopoli sebagai sarana belajar sastra dan bahasa Indonesia.


Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

27 September 2022

Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

Goenawan Mohamad menjadi salah seorang penerima The Japan Foundation Awards 2022. Begini profil GM, pendiri Majalah Tempo.


Mengenal Utuy Tatang Sontani, Generasi Sastrawan yang Tak Bisa Pulang Setelah G30S

17 September 2022

Mengenal Utuy Tatang Sontani, Generasi Sastrawan yang Tak Bisa Pulang Setelah G30S

Sastrawan Utuy Tatang Sontani tak bisa pulang setelah G30S. Ia dari Peking kemudian tinggal di Moskow, Rusia hingga wafatnya.


78 Tahun KH Mustofa Bisri: Gus Mus Ulama yang Sastrawan, Berikut ini Karya-karyanya

11 Agustus 2022

78 Tahun KH Mustofa Bisri: Gus Mus Ulama yang Sastrawan, Berikut ini Karya-karyanya

KH Mustofa Bisri atau Gus Mus pada 10 Agustus 2022 berusia 78 tahun. Berikut profil dan karya-karya sang ulama yang sastrawan ini.


81 Tahun Goenawan Mohamad, Sastrawan Pendiri Majalah Tempo

29 Juli 2022

81 Tahun Goenawan Mohamad, Sastrawan Pendiri Majalah Tempo

Hari ini, 29 Juli 1941 merupakan kelahiran Goenawan Mohamad. Sastrawan ini salah seorang pendiri Majalah Tempo pada 1971.


Mengenang 100 Tahun Penyair Chairil Anwar Si Binatang Jalang

26 Juli 2022

Mengenang 100 Tahun Penyair Chairil Anwar Si Binatang Jalang

Tepat hari ini seratus tahun yang lalu, penyair Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara.


Perpustakaan TIM Dibuka untuk Umum, Pengunjung Wajib Daftar Online

12 Juli 2022

Perpustakaan TIM Dibuka untuk Umum, Pengunjung Wajib Daftar Online

Di lantai 4 Perpustakaan Uum Jakarta ini, selain buku anak dan keluarga, juga tersedia ruang bermain indoor maupun outdoor.