Pertanyakan Sinetron yang Boleh Tidak Bermasker, Deddy Corbuzier Mengaku Pengap

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deddy Corbuzier. Foto/Instagram/mastercorbuzier

    Deddy Corbuzier. Foto/Instagram/mastercorbuzier

    TEMPO.CO, Jakarta - Deddy Corbuzier ikut memprotes kebijakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang mengharuskan kegiatan penyiaran harus mengenakan masker. Ia mengungkapkan kekesalannya itu melalu video yang diunggah di akun Instagramnya, Kamis malam, 11 Februari 2021. 

    "Kan gue punya talkshow, bro-bro KPI. Talkshow gue kan duduknya jauh-jauhan, tidak berdiri,tidak salaman, tidak tempel-tempelan, duduk jauh-jauhan, sudah melewati protokol kesehatan, PCR, semua sudah, terus harus pakai masker," ujarnya dengan ekspresi wajahnya yang menyindir bercampur sengak.

    Menurut Deddy, keresahan hatinya ini mewakili para pelaku industri hiburan. "Tapi ya sudahlah anggap saja memang itu membantu (kinerja satgas Covid-19)," katanya.

    Yang membuat kesal kekasih Sabrina Chairunnisa ini, aturan KPI itu terasa tidak adil. Musababnya, sinetron dikecualikan dari kebijakan ini. "Apakah mungkin kalian berpikir protokol kesehatan mereka lebih baik dibandingkan kita, saya enggak tahu. Apakah protokol mungkin lebih mahal, saya juga enggak tahu. Atau mungkin beda universe, jadi kalau mereka The Flash, kita Gundala Putra Petir," ucapnya menyindir.

    ADVERTISEMENT

    Sinetron Samudra Cinta. SCTV

    Deddy mempertanyakan, apakah protokol kesehatan yang diterapkan sinetron lebih baik dibandingkan program lain seperti talkshow sehingga dibolehkan. Hanya saja, bagi ayah Azka Corbuzier ini, sinetron atau film itu merupakan gambaran kehidupan seseorang. "Jadi masyarakat bisa melihat oh ternyata pelukan di jalan, pacaran, gandengan, itu boleh enggak pakai masker," katanya. 

    Baca juga: Nikita Mirzani Protes ke KPI Program Nih Kita Kepo Dapat Teguran Tertulis

    Dengan perilaku seperti itu, kata Deddy, apakah pengecualian itu tidak menghambat kinerja satgas Covid-19. "Gue bukan ngiri sama sinetronnya, enggak nonton juga. Cuma pengap gitu kalau lu pada tahu, bawain satu jam lebih, pengap, kadang dua jam kalau taping," katanya. Ia menegaskan, selama ini sudah melakukan protokol kesehatan. "Orang jauh-jauhan. 

    Sebelum Deddy Corbuzier, protes kepada KPI juga dilontarkan Nikita Mirzani yang menegur acaranya, Nih Kita Kepo di Trans TV lantaran dinilai mempertontonkan perilaku kemewahan dan memberikan contoh tidak baik. Nikita kemudian memanfaatkan teguran itu dengan mempersoalkan mengenai kewajiban bermaskeran di ruang publik dan di program televisi. Menurut dia, kebijakan bermaskeran di semua program tv terkecuali sinetron, terasa janggal dan tidak adil. 

    Adegan Aldebaran dan Andin di sinetron Ikatan Cinta. Foto: Twitter.

    "Justru sinetronlah yang paling sering bersentuhan atau dekat-dekatan. Tapi kenapa cuma program tv selain sinetron aja yang diwajibkan pakai masker? Kalau jujur saya engap banget pakai masker ketika harus ngomong lama-lama sama bintang tamu," katanya. 

    Pertanyaan Deddy ini mendapatkan dukungan dari para pelaku industri hiburan lainnya. "Setahu aku di sinetron malah terjadi cluster," kata Ivan Gunawan, rekannya di Obrolan of The Day. "Kamu tuh salah bro, salah kalau nggak segera ngomong gini," tulis Gus Miftah. "Nah ini pernah gue tanyakan juga langsung. Bakal meluas ke banyak aspek pastinya. Sinetron, Youtube, dll," tulis Anji. "Apalagi kalau ngelawak pakai masker...susah bro...kagak ada yang ketawa," tulis Andre Taulany. 

    Dokter Tirta yang disebut  Deddy Corbuzier pun menuliskan tanggapannya di kolom komentar. "Dari 2-3 minggu lalu udah menyarankan agar @kpipusat diskusi denga n Satgas Covid dan perwakilan beberapa teman reality show yang live terutama mengenai sinetron. Sampai detik ini belum ada update baru. Kayaknya ide bagus kalau @kpipusat hadir sekalian di podcast, mengenai aturan," tulis Tirta menyarankan. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.