Kasus COVID-19 Dianggap Terkendali, India Mulai 100 Persen Kursi Bioskop

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bioskop. shutterstock.com

    Ilustrasi Bioskop. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - India akan mengizinkan 100 persen okupansi di bioskop mulai 1 Februari, Kementerian Informasi dan Penyiaran negara mengumumkan pada hari Sabtu 30 Januari 2021, dikutip dari Variety, Senin 1 Februari 2021.

    Sebelumnya, bioskop sudah mulai dibuka kembali pada Oktober 2020 dengan okupansi 50 persen saja. "Penataan tempat duduk di dalam auditorium bioskop atau teater atau multipleks diperbolehkan hingga 100 persen dari kapasitas tempat duduk," berikut bunyi pernyataan dari Kementerian.

    Multipleks terkemuka India menyambut baik langkah tersebut. “Ini adalah kabar gembira akhirnya yang akan memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk industri multipleks. Kami berterima kasih kepada Kementerian Informasi & Penyiaran dan Kementerian Dalam Negeri atas keputusan mereka yang mengizinkan 100 persen kapasitas tempat duduk di bioskop,” kata Gautam Dutta, CEO rantai PVR, kepada Variety.

    "India telah berhasil mengendalikan penyebaran COVID-19 dengan menggelar vaksinasi dalam skala besar. Langkah ini akan memberikan kepercayaan kepada produser untuk merilis film yang paling ditunggu-tunggu dan (bagi) penonton untuk kembali ke bioskop untuk menonton film pilihan mereka dengan ditemani orang yang mereka cintai," katanya.

    Alok Tandon, CEO dari jaringan bioskop India Inox, mengatakan kepada Variety bahwa ini merupakan langkah untuk kebangkitan industri pameran bioskop dan film.

    Baca: Bekas Bioskop Era Kolonial di Bandung Jadi Destinasi Wisata Seni Budaya

    "Ini akan meredakan kekhawatiran di benak produser dan studio konten, yang sekarang mungkin mengumumkan tanggal rilis film mereka. Kami sekarang berharap kepada pemerintah negara bagian untuk memberi kami persetujuan untuk menerapkan pedoman yang direvisi," kata Tandon.

    Namun, kapasitas 100 persen ini dikatakan tidak akan diizinkan di tempat-tempat yang ditetapkan sebagai zona penahanan COVID-19.

    Kementerian juga telah merilis daftar prosedur operasi standar untuk mencegah penyebaran COVID-19, yang harus dipatuhi oleh pengunjung dan pekerja bioskop setiap saat.

    Di dalam bioskop, jarak fisik setidaknya enam kaki diperlukan di luar auditorium, area umum, dan ruang tunggu. Penggunaan masker juga diwajibkan. Pengunjung dilarang keras meludah dan penggunaan 'arogya setu', aplikasi pelacakan dan pelacakan pemerintah, juga disarankan.

    Pemeriksaan termal/suhu pengunjung dan staf akan dilakukan di titik masuk. Penanda antrian yang ditunjuk harus disediakan untuk masuk dan keluar penonton dari auditorium dan gedung, dan pintu keluar harus diatur untuk menghindari keramaian. Pengaturan waktu pemutaran film juga bisa saja akan diubah-ubah.

    Sanitasi disediakan di seluruh tempat, fasilitas umum, dan semua titik yang bersentuhan dengan manusia, seperti pegangan dan pegangan harus dipastikan, dan bioskop harus dibersihkan setelah setiap pemutaran.

    Temperatur di bioskop harus dijaga antara 24-30 derajat Celcius, dan kelembaban relatif harus berkisar antara 40-70 persen. Sirkulasi udara harus dihindari semaksimal mungkin, dengan ketentuan untuk ventilasi silang dan pemasukan udara segar.

    Pemesanan online atau ponsel dianjurkan untuk pembelian tiket. Sementara itu, total beban kasus virus korona aktif di India telah turun menjadi 169.824, pada 30 Januari, menurut Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga negara itu, dan vaksinasi terus berlanjut.

    "India adalah negara tercepat untuk mencapai tidak hanya satu juta target tetapi juga dua juta tiga juta tanda dalam vaksinasi COVID-19," kata pernyataan dari kementerian tersebut pada hari Sabtu 30 Januari 2021. Sudah tidak sabar menonton di bioskop?


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.