Arief Muhammad Beri Kamera Canggih untuk Youtuber yang Dikomplain Eiger

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Youtuber dan penulis buku, Arief Muhammad dalam upacara akuisisi brand kemeja yang kini dimilikinya, Selasa, 20 Oktober 2020. Banyak yang mengaitkan fotonya di billboard ini memanfaatkan momentum pilkada. Instagram

    Youtuber dan penulis buku, Arief Muhammad dalam upacara akuisisi brand kemeja yang kini dimilikinya, Selasa, 20 Oktober 2020. Banyak yang mengaitkan fotonya di billboard ini memanfaatkan momentum pilkada. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Influencer, Arief Muhammad tak main-main mendukung Dian Widiyanarko, pembuat konten yang dikomplain Eiger lantaran mengulas produk dengan kamera seadanya. Arief melalui perusahaannya, Prepp Studio memberikan satu unit kamera kepada pemilik kanal Youtube Duniadian ini. 

    "Semangat @eigeradventure! Mas @duniadian semoga berkenan menerima bingkisan yang akan kami kirimkan. Sedikit solusi dari @preppstudio sebagai perwakilan local brand untuk mendukung para pembuat konten," tulis Prepp Studio yang diunggah kembali oleh Arief Muhammad.

    Satu unit kamera yang dikirimkan influencer yang berjuluk Poconggg ini amat canggih. Pada slide dua, tertulis perangkat kamera yang hendak dikirimkann adalah Sony A6400 kit 16-50 mm f/3.5-5.6 OSS, Sony FE 50mm f/1.8 Lens, Rode Microphone Video Micro, dan Sandiks Extreme Pro SDXC UHS-I V30 64 GB 170 mbps.

    Baca juga: Arief Muhammad dan Fiersa Besari Semangati Youtuber yang Dikomplain Eiger

    ADVERTISEMENT

    Kasus ini bermula dari konten review yang dibuat Dian dan dinggah di kanal Youtubenya, Duniadian. Ia memberikan penilaian positif terhadap salah satu produk kacamata Eiger yang cocok jadi kacamata sepeda, dengan peralatan seadanya, miliknya. Tak disangka, konten itu sampai di manajemen Eiger. Bukan terima kasih yang ia terima, tapi justru komplain dialamatkan Eiger kepadanya.

    Eiger. Twitter/@eigeradventure

    Dian menunjukkan surat keberatan yang dikirimkan Eiger. Di situ tertulis ada tiga hal yang disampaikan Eiger. Mereka menyebut kualitas video review produk kurang bagus dari segi pengambilan sehingga menyebabkan produk mereka terlihat berbeda. Eiger juga mengatakan, suara di luar video utama amat mengganggu, dan setting lokasi disebut kurang proper. Eiger selanjutnya meminta konten itu diperbaiki atau dihapus. 

    Setelah kasus ini viral, Eiger minta maaf. Surat yang ditandatangani CEO Eiger Ronny Lukito itu diunggah semalam setelah dibully di Twitter. "Dear Eigerian, menanggapi tweet @duniadian dengan kerendahan hati kami sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Kami menyadari apa yang kami lakukan tidak tepat dan salah," cuit mereka. 

    Baca juga: Wajahnya Terpampang di Baliho, Arief Muhammad Ungkap Rencana Deklarasi

    Dalam surat Prepp Studio untuk Dian yang kental gaya Arief Muhammad, tertulis sindiran untuk Eiger. "Dengan ini kami Prepp Studio  mendukung niat baik dari @Eigeradventure yang menginginkan pembuatan konten yang baik dalam rangka review suatu produk," demikian bunyi surat pada aline pertama. 

    Ia juga menjelaskan, pembuat konten tak selalu harus sempurna dalam membuat ulasan produk. "Tidak elok rasanya menerapkan standar berlebihan untuk pihak lain yang tidak terikat dalam status kerjasama iklan, endorse, dan semacamnya. Mengingat belum tentu mereka didukung oleh peralatan yang memadai," tulis Prepp Studio.

    Wajah Arief Muhammad terpampang di sebuah baliho di pinggir jalan di kawasan Tangerang. Berbagai akun kompak mengunggah foto baliho besar yang menampilkan wajah youtuber yang memiliki lebih dari 2,5 subscribers itu. Foto/Instagram/ariefmuhammad

    Prepp Studio juga mengungkapkan terima kasih kepada Dian yang mengangkat isu. Setelah isu ini terangkat, ternyata tidak hanya Dian yang menerima surat keberatan yang dikirimkan pada 23 Desember 2020. Banyak Youtuber lainnya yang juga mendapatkan surat itu. 

    Kemarin, Arief Muhammad memberikan dukungan untuk Dian. Ia merasa tindakan Eiger ini blunder. "Untuk mas @duniadian, semangat mas. Konten yang baik tidak melulu diukur dari teknis dan peralatan yang mewah," tulisnya.

    "Ini nightmare banget untuk sebuah brand. Penasaran sekali move yang akan dilakukan oleh Eiger. Kalau salah eksekusi, potensi kerugian jangka pendek dan jangka panjangnya besar sekali. Kebayang nggak berapa banyak orang yang akan ilfeel dengan kejadian ini dan memutuskan untuk berhenti membeli produk dari brand Eiger? Bisa jadi pelajaran untuk kita semua sebagai pelaku usaha," tulis Arief Muhammad di akun Instagaramnya, Kamis malam, 28 Januari 2021.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.