3 Hal Perencanaan yang Difokuskan Putri Tanjung

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Tanjung dalam Konferensi Pers AIA Vitality 3 Januari 2021/YouTube

    Putri Tanjung dalam Konferensi Pers AIA Vitality 3 Januari 2021/YouTube

    TEMPO.CO, JakartaPengusaha Putri Tanjung mengatakan sebagai generasi milenial, penting sekali baginya untuk merencanakan hidup sebaik mungkin. "Dalam perencanaan hidup ada 3 hal besar yang perlu direncanakan, finansial, kesehatan dan karier," katanya dalam peluncuran AIA Vitality bertajuk All Well Indonesia pada 3 Januari 2021.

    Pertama adalah perencanaan finansial. Bagi seorang pengusaha, memikirkan finansial itu penting sekali. Putri Tanjung yakin dunia itu akan semakin berubah, pasar pun akan mengikuti perubahan itu. "Banyak aspek di dunia bisnis yang tidak pasti, dan aliran dana yang dimiliki pengusaha pun tidak bisa diprediksi," katanya .

    Ia pun menganjurkan agar setiap pengusaha memiliki rencana cadangan dan dana darurat minimal 6 bulan ke depan. "Lebih lama, lebih baik, dana darurat itu safety net, dan jangan tercampur dengan uang di bisnis," katanya.

    Baca Juga : Cerita Putri Tanjung Memulai Bisnis Event, Awalnya Kecemplung

    Ia tahu investasi di bisnis itu risikonya sangat tinggi. "Jadi saya biasanya kemungkinan terbaik dan terburukk dalam segala hal yang aku kerjakan," kata Putri. "Sejauh ini, saya msh simpan dalam bentuk deposito dan tabungan agar lebih mudah saat ingin dikeluarkan."

    Kedua adalah perencanaan kesehatan. Putri mengatakan kesehatan mental dan fisik itu sangat berharga. Di usia produktif yang pas untuk berkarya, ia sering merasa 24 jam yang dimilikinya sehari itu sangat kurang untuk melakukan berbagai kegiatannya. "Tapi ternyata setelah saya sadari ini hanya masalah kita mengatur waktu," katanya.

    Ia pun merasa bahwa kesehatan memiliki manfaat yang luar biasa, sehingga penting baginya untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan. Awalnya memang sulit, maklum, Putri suka mengerjakan ini dan itu secara berbarengan. Akibatnya banyak sekali pekerjaannya yang tidak maksimal. "Akhirnya saya buat rencana dan membuat prioritas dan menerapkan hidup yang lebih seimbang," kata Putri yang mencoba melakukan kebiasaan kecil seperti olahraga.

    Putri berusaha keras untuk melakukan olahraga sebelum memulai aktivitas. Ia mencoba merasakan dan mendengarkan badan sendiri. Di waktu senggang, ia pun berhenti sejenak dan berkumpul dengan keluarga dan sahabatnya. "Sehingga aku dikeliling energi positif. penting untuk mengobati kesehatan mental dan obati rasa lelah juga," kata Putri yang menyiapkan asuransi kesehatan untuk dirinya.

    Perencanaan ketiga yang karier atau bisnis. Ia mengingatkan agar setiap orang mengenali alasan ia bekerja di bidangnya. Khususnya dalam menjalankan bisnis, Putri mengingatkan agar masyarakat beradaptasi dengan keadaan. "Cek goal kalian secara berkala, bila udah tidak relevan, buatlah goal baru. Jadi kita bisa jadi pemimpin yang bisa beradaptasi," katanya.

    Saat memulai bisnis, ia awalnya mengiyakan segala hal. Hal itu membuat dia tidak bisa memberikan yang terbaik dalam dirinya. Lama kelamaan, ia belajar untuk membuat skala prioritas. "Saya utamakan pekerjaan yang low effort dan high impact, dan high effort yang hasilkan bigger impact. Yang pasti, jadi leader, harus tahu gimana mengembangkan sistem, struktur, keahlian. Apalagi dalam hal digitalisasi ini.

    Ia pun mengingatkan agar masyarakat memiliki mimpi dalam jangka pendek dan juga mimpi jangka panjang. Ikuti mereka dalam proses dan fokus. "Adaptasi bisnis model kalian ke keadaan sekarang. Jangan takut buat mencoba, dan selalu siap dalam segala perubahan," katanya.

    AIA Global Ambassador, David Beckham, mengatakan ia kerap merencanakan kehidupan dan kegiatannya. "Aku suka merencanakan segala hal, karena apapun baju yang akan saya kenakan besoknya, aku selalu harus tahu sehari sebelumnya, dan itu aneh. Tapi aku seorang perencana, aku suka segala sesuatu yang teratur," katanya.

    Menurutnya, sang istri, Victoria Beckham sering masuk kamarnya, dan sering memergokinya sedang menyiapkan pakaian. "Dia melihat saya mengatur pakaian olahraga saya dan sepatu olahraga saya, dan kupluk saja. Dia sering menertawakan saya," kata ayah empat anak ini.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.