Gunung Semeru Erupsi, Yusuf Mansur: Zikir Jangan Ditinggal

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Minggu lalu ustad Yusuf Mansur yang baru sembuh Covid-19 setelah mendapatkan perawatan di RSPAD. Ustad Yusuf Mansur kerap mengingatkan masyarakat agar tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Instagram/@yusufmansur

    Minggu lalu ustad Yusuf Mansur yang baru sembuh Covid-19 setelah mendapatkan perawatan di RSPAD. Ustad Yusuf Mansur kerap mengingatkan masyarakat agar tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Instagram/@yusufmansur

    TEMPO.CO, Jakarta - Ulama Yusuf Mansur membagikan salah satu foto gumpalan awan panas Gunung Semeru. Yusuf Mansur pun meminta agar masyarakat tidak lupa berzikir. "Zikir pagi, zikir sore jangan ditinggal," kata Yusuf Mansur sambil memperbanyak a dalam kata ditinggal di Instagram pada 16 Januari 2021.

    Yusuf Mansur meminta agar masyarakat mendoakan masyarakat yang berada di sekitar Gunung Semeru. "Dan semua masyarakat di semua pegunungan, pantai, laut dan perbukitan, pertambangan dan sungai," katanya.

    Ia pun meminta agar masyarakat memperbanyak doa. "Kencengin doa, kencengin doa, kencengin doa, yasinan, tahlilan, sedekahan.. tolak-tolak bala," katanya.

    Gunung Semeru kembali erupsi mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer pada Sabtu sore, 16 Jamuari 2021, pukul 17.24 WIB. Menurut laporan pengamatan visual sementara, terlihat asap meluncur ke arah tenggara yang diduga dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar. Sedangkan untuk hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara, menyesuaikan arah angin.

    Peristiwa tersebut dikonfirmasi oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq. Ia mengatakan perkiraan awal lokasi tersebut berada di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan. "Gunung semeru mengeluarkan awan panas dengan jarak 4,5 kilo. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas," kata Bupati Thoriqul dalam keterangannya Sabtu 16 Januari 2021.

    Mengenai status gunung, Gunung Semeru saat ini masih berada pada level II atau waspada, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.

    Sementara itu, masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya diimbau waspada dalam menghadapi potensi bencana. Masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan juga diminta tetap waspada dalam menghadapi intensitas curah hujan yang tinggi. Sebab hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan tim gabungan lintas kementerian dan lembaga masih dalam proses pengembangan informasi terkait Gunung Semeru erupsi. "Dan belum ada keterangan adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut," ujarnya.

    FRISKI RIANA | INSTAGRAM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?