Ada Orang Tolak Tes untuk Tahu Terinfeksi Covid, Agnez Mo: Egois Banget

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agnez Mo/Instagram -VJ Daniel

    Agnez Mo/Instagram -VJ Daniel

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi yang sudah menembus pasar internasional, Agnez Mo menumpahkan kekesalannya di Instagram Storynya pada Rabu, 13 Januari 2021. Ia tak habis mengerti dengan kelakuan sebagian orang yang enggan melakukan tes untuk mengetahui apakah badannya tidak terinfeksi Covid-19 atau tidak. 

    "Hanya mengingatkan guys, kalau kalian ketemu banyak orang, tolong bertanggung jawab untuk test, bukannya malah menolak untuk test apalagi kalau testnya kita kasih/biayain," tulisnya memulai pernyataannya. 

    Tampaknya, diva pop Indonesia yang terkenal dengan suara lengkingannya ini baru saja berhadapan dengan orang yang menolak melakukan tes sehingga membuatnya harus menumpahkan kejengkelannya. "Benar-benar geleng-geleng kepala," tulisnya. 

    Menurut penyanyi yang sudah berkolaborasi dengan Timbaland, Chris Brown, dan Steve Aoki ini, dengan tes swab antigen atau PCR, seseorang bisa mengetahui apakah layak atau tidak bertemu orang lain dengan kondisi tubuhnya. "Zaman sekarang ini (tes usap) bukan cuma untuk melindungi diri kalian, tapi juga untuk ngelindungin orang lain,m" tuturnya. 

    Lebih lanjut perempuan dengan nama lahir Agnes Monica Muljoto ini menyatakan, mereka yang menolak untuk tes lantaran merasa sehat adalah orang yang egois. "Cuma karena, 'Oh saya yakin gak papa kok, saya sehat dan gak sakit,' is simply super selfish, egois, dan enggak bertanggung jawab," tulisnya menambahkan.

    Mantan juri Indonesian Idol ini menyatakan, saat ini sudah banyak korban berjatuhan karena Covid-19. Dalam kondisi begini, ternyata masih ada orang yang egois enggan melakukan tes karena hanya memikirkan dirinya sendiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.