Aa Gym Positif COVID-19, Sempat Berkemah dan Berenang

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Tabloidbintang.com

    Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ulama Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym positif COVID-19. Hal itu dia akui dalam video singkat 6 menit yang diunggahnya di media sosial. "Setelah di-swab, ternyata hasilnya positif. Alhamdulillah berarti harus karantina," kata Aa Gym pada 29 Desember 2020.

    Aa Gym menceritakan kegiatannya dalam beberapa hari terakhir. Ia bercerita bahwa pada Rabu lalu ia sempat melakukan perjalanan ke Bandung. Saat itu, ia mengatakan tubuhnya masih fit sehingga bisa beraktivitas seperti biasa.

    Ia bahkan sempat berkemah di gunung, di Bandung pada Kamis lalu. "Kamis pagi juga masih berenang dan bertugas. Hari Jumat pagi mau bersepeda, tapi tidak mau terlalu capek," katanya.

    Ketika kembali ke Jakarta pada Sabtu, Aa Gym pun sempat merasa tidak fit. Sehingga ia sempat minta untuk diinfus dan minum beberapa vitamin. Ia juga sempat melakukan rapid test antibodi. "Hasilnya non reaktif," kata Aa Gym.

    Aa Gym menduga dirinya kelelahan sehingga imun tubuhnya menurun. Ia pun memilih untuk melakukan isolasi mandiri walaupun hasil rapid testnya non reaktif. "Minggu isolasi mandiri, Senin juga menyendiri dan tunggu swab," katanya.

    Sayang hasil swab menyatakan bahwa Aa Gym ternyata positif Covid-19. Setelah mengetahui kondisinya. Ia pun ditemani sang anak yang hasil swabnya negatif. Ia juga terus mengenakan masker selama menjalani isolasi mandiri.

    Kepada semua orang-orang yang sempat dekat dengan Aa Gym, ia meminta mereka melakukan swab. Para santri yang dekat dan selalu mendampinginya pun melakukan tes swab.

    Ia memohon doa kepada masyarakat untuk kesembuhannya. "Doakan Aa, semoga ada umur. Apapun yang terjadi, semoga bisa bisa berkumpul di surga," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.