Saat Cinta Laura Kecewa ketika Namanya Disebut dengan Gaya yang Kurang Pas

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cinta Laura. Instagram.com/@claurakiehl

    Cinta Laura. Instagram.com/@claurakiehl

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris dan penyanyi, Cinta Laura Kiehl kecewa dengan cara penyampaian pembaca berita Kompas TV yang dianggapnya telah mengejek gaya berbicaranya. Kekecewaan itu diungkapkannya saat mengunggah ulang unggahan penggemarnya yang menampilkan video berita itu di Instagram Storynya, Selasa, 15 Desember 2020.  

    "Cukup kecewa sama pemberitaan baik yang disampaikan dengan cara yang kurang pas. Aku harap orang lain gak harus mengalami yang aku alami selama 13 tahun terakhir. Kita seharusnya tidak menormalisasi bullying dalam bentuk apa pun," tulisnya di atas video itu. 

    Pada video yang menampilkan berita di Kompas TV tentang empat selebritas Indonesia yang masuk 100's Asia Digital Stars Forbes. "Yang kedua ada Cinta Laura. Cinta Laura. Cinta Laura dengan 8 juta follower Instagram...," kata si pembaca berita yang diketahui bernama Pascalis Iswari, saat menyebut nama Cinta Laura  dengan nada mengikuti gaya berbicaranya. 

    Sebelum dilihat Cinta Laura, kekecewaan itu dialami oleh @rahmat_kiehl, penggemar berat gadis berdarah campuran Jerman - Indonesia ini. "Kager lihat hostnya @kompastv, nyampein berita untuk kebanggaan Indonesia tapi nyebut nama orang aja diledek kayak gini," tulisnya saat mengunggah di newsfeed Instagramnya. 

    Tempo sudah menghubungi pihak Kompas TV untuk diminta tanggapannya atas keberatan Cinta Laura. Tapi dua orang yang sudah dihubungi, tak ada satupun yang mau merespons pertanyaan ini. Pesan Tempo tidak sekalipun direspons meski dua orang ini berstatus aktif online. 

    Catatan: 

    Pada nama pembaca berita, ada kekeliruan nama. Maka pada pukul 21.30, nama pembaca berita Kompas TV, kami ralat. Terima kasih. Mohon maaf atas kekeliruan nama.  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.