Film Buatan Anak Batam Juara 1 di Festival Film KPK

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu proses pengambilan gambar film pendek

    Salah satu proses pengambilan gambar film pendek "Ketue" yang menjuarai festival KPK RI, beberapa waktu lalu. Film ini berbahasa dan menggunakan intrumen melayu. (Dokumen Komunitas Nifikiwa Production)

    TEMPO.CO, JakartaFilm pendek asal Kota Batam berudul Ketue mendapatkan juara 1 kategori film fiksi komedi di ajang Anti Corruption Film Festival (ACFFest) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2020. Film berbahasa Melayu itu mengalahkan ratusan film lainnya yang ikut di kompetisi tersebut.

    Sutradara film Ketue, Pajri Andika menceritakan proses pembuatan film tersebut. Pajri bercerita, ide tema film pendek itu muncul dua tahun lalu. "Saya dan kawan-kawan akhirnya diskusi, meskipun tidak ada budget kita yakin bisa produksi film ini dan ikuti lomba itu," katanya. Ketue diproduksi sebulan penuh. Berbagai kendala ditemukannya, mulai dari minimnya alat hingga kekurangan biaya produksi.  

    Melalui Komunitas Nifikiwa Production, Pajri dan kawan-kawannya mulai membuat naskah dan memproduksi film tersebut. "Kebetulan aku suka komedi, sesuai dengan salah satu kategori lomba yaitu film fiksi komedi," kata Pajri.

    Pajri mengatakan, cukup sulit memproduksi film di tengah pandemi saat ini. Apalagi susahnya mencari sponsor swasta yang ingin membantu biaya produksi. "Tetapi kami tetap yakin, alhamdulillah ada yang bantu," katanya.

    Salah satu proses pengambilan gambar film pendek "Ketue" yang menjuarai festival KPK RI, beberapa waktu lalu. Film ini berbahasa dan menggunakan intrumen melayu. (Dokumen Komunitas Nifikiwa Production)

    Mereka hanya mendapatkan Bank Riau Kepri sebagai sponsor untuk memproduksi Ketue. Tetapi ia bersama anggota komunitasnya tetap yakin bisa membuatnya meskipun akhirnya bantingan. Keterbatasan alat, membuat film ini hampir batal dikirim. "Kami kirim last minute, sempat down dan pasrah," katanya.

    Tidak hanya itu, beberapa kendala teknis juga dihadapi. Seperti rusaknya lampu syuting ketika pengambilan gambar. "Jadi agak kurang sedikit maksimal, itu dari segi teknis, kalau kendala non teknis sebenarnya dari budget produksi," katanya. 

    Sedangkan untuk pemeran, menurut Pajri, di Batam tidaklah kekurangan. Bahkan, akting aktor-aktor muda di Batam tidak kalah dengan nasional. "Hanya kurang jam terbang saja," katanya. 

    Perjuangan Pajri dan kawan-kawan membuahkan hasil. Mereka diberitahu mendapatkan juara 1 kategori film fiksi komedi di ajang nasional tersebut. "Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan film ini, kita akan terus buat film-film terbaik," katanya. 

    YOGI EKA SAHPUTRA             z


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.