Perempuan Tanah Jahanam Raih 6 Piala Citra, Ini Kata Joko Anwar

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua karakter protagonist perempuan dari film Perempuan Tanah Jahanam, yang diperankan oleh Tara Basro dan Marissa Anita.

    Dua karakter protagonist perempuan dari film Perempuan Tanah Jahanam, yang diperankan oleh Tara Basro dan Marissa Anita.

    TEMPO.CO, JakartaPerempuan Tanah Jahanam berhasil menjadi yang film terbanyak meraih penghargaan di Festival Film Indonesia 2020 (FFI 2020) dengan memborong enam Piala Citra. Sutradara Perempuan Tanah Jahanam, Joko Anwar mengingatkan kepada masyarakat bahwa kemajuan individu dan kelompok tidak bisa membuat film Indonesia maju. "Film Indonesia maju dan bisa mendapat tempat di hati penonton lokal dan internasional hanya terjadi bila semua pemangku kepentingan bekerja sama secara sinergis," katanya saat menerima penghargaan sebagai Sutradara Terbaik pada 5 Desember 2020 di Jakarta.

    Joko Anwar pun menyebutkan berbagai tugas masing-masing profesi. Para sineas, ia menyarankan, perlu dan mau terus belajar untuk meningkatkan keahlian membuat karya film kualitas terbaik. Produser diharapkan mampu memilih proyek yang bisa mendukung keberlangsungan film Indonesia. Penonton juga diharapkan bisa mendukung kemajuan film dengan menonton karya seni di media yang legal dan menghindari menonton film bajakan. "Kritikus dan pengulas film mampu mengulas film. Sehingga mereka mampu bila tidak mencerdaskan, bisa mencerahkan," katanya.

    Pembuat film Indonesia, Joko Anwar, merislis empat film di 2019; Orang Kaya Baru, Gundala, Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) dan Ratu Ilmu Hitam.

    Ia pun berharap agar pemerintah harus mampu membuat kebijakan agar ada ekosistem film Indonesia yang semakin baik. Menurutnya, hanya dengan kerja sama dan kerja keras, dedikasi yang penuh, serta kecintaan terhadap profesi, film Indonesia bisa menjadi lebih tinggi derajatnya di mata internasional dan di hati masyarakat semua.

    Ia mengatakan bahwa industri film Indonesia berhenti di masa pandemi saat film Indonesia di puncak kejayaan. Ia percaya bahwa penonton memiliki kepercayaan yang tinggi atas kemajuan perfilman Indonesia. "Jadi kita tidak boleh membuat dan merilis film yang merusak kepercayaan ini. Mari bekerja sama untuk meningkatkan sesuatu yang bukan hanya profesi kita, tapi cinta kita, Film Indonesia" kata Joko Anwar mengakhiri pidatonya.

    Penyelenggaraan FFI 2020 sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini penyelenggaraan FFI menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena dilangsungkan selama pandemi COVID-19.

    Film Perempuan Tanah Jahanam sendiri meraih 6 Piala Citra, yaitu:

    Penyunting Gambar Terbaik
    Dinda Amanda - "Perempuan Tanah Jahanam"

    Pengarah Sinematografi Terbaik
    Ical Tanjung, I.C.S - "Perempuan Tanah Jahanam"

    Penata Suara Terbaik
    Mohamad Ikhsan, Syamsurrijal, Anhar Moha - "Perempuan Tanah Jahanam"

    Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
    Christine Hakim - "Perempuan Tanah Jahanam"

    Sutradara Terbaik
    Joko Anwar - "Perempuan Tanah Jahanam"

    Film Cerita Panjang Terbaik
    "Perempuan Tanah Jahanam"


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.