Angelina Sondakh Sering Menginap di Rumah Penduduk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angelina Sondakh

    Angelina Sondakh

    TEMPO Interaktif, Jakarta :Dalam beberapa bulan terakhir, Angelina Sondakh terlihat sering mondar-mandir antara Jakarta - Magelang. Maklum, mantan putri Indonesia 2001 yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrat itu, saat ini dicalonkan kembali oleh partainya.

    Perempuan bernama lengkap Angelina Patricia Pinkan Sondakh itu, didapuk sebagai calon dari daerah pemilihan Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Wonosobo, dan Purworejo.

    "Tiga hari dalam seminggu saya turun ke daerah pemilihan.Biasanya, mulai hari Kamis sampai Sabtu," tuturnya melalui sambungan telepon, Senin (20/10) malam.

    Saban berkunjung ke daerah pemilihannya itu, aku perempuan kelahiran Australia 20 Desember 1977 ini, dirinya tak sekadar berpidato di depan masyarakat yang tengah menggelar acara perkumpulan. Bukan pula hanya berkunjung ke kantor sekretariat partai di kabupaten atau kota yang menjadi wilayah tanggung jawabnya.

    Lebih dari itu, Angie berusaha menyempatkan diri bertatap muka dan berbincang langsung dengan masyarakat. "Kita juga dari rumah ke rumah mengunjungi mereka. Ngobrol sama calon pemilih untuk pengenalan, minimal sepuluh menit," jelasnya.

    Soal tema obrolan itu, perempuan yang akrab disapa Angie ini menyebut selain mendengarkan keinginan dan harapan masyarakat, juga menyampaikan program dari partainya. "Istilah di partai kami, ada serangan udara dan serangan darat. Serangan udara adalah promosi melalui berbagai iklan dan menggunakan berbagai media luar ruang, " tandas Jebolan Fakultas Ekonomi, Universitas Katolik Atmajaya Jakarta itu.

    Sementara serangan darat dilakukan dengan cara 'sowan' ke masyarakat atau bertatap muka langsung. Tak jarang, ia harus menginap di rumah penduduk. Dengan cara seperti itu, terangnya, ada hal yang diperolehnya.

    Pertama, ia dapat merasakan langsung keadaan yang dihadapi masyarakat, sehingga tahu persis apakah persoalan yang diungkapkan masyarakat benar-benar keadaan yang senyatanya ada ataukah sebaliknya. "Yang kedua tentu saja, kedekatan dengan masyarakat itu akan lebih mudah terbangun. Itulah serangan darat yang membutuhkan militansi yang tinggi," paparnya.

    Angie pun mengaku merasa beruntung, karena sosok Susilo Bambang Yudhyono yang diusung partainya sebagai Presiden, selama ini juga telah mengukir prestasi yang bagus. "Harus diakui secara obyektif, capaian dari berbagai program yang dijalankan oleh Pak SBY mengalami kemajuan yang cukup signifikan, dan itu bisa langsung dirasakan," sebutnya.

    Dengan pijakan pada prestasi presiden yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu, Angelina merasa ada pijakan yang pasti dalam mensosialisasikan program-program partainya ke depan kepada masyarakat. "Ada satu pijakan yang kuat dan pasti. Sehingga apa yang kita sampaikan itu berdasar realita, bukan hanya di awang-awang,"

    Kegiatan turun langsung ke daerah itu tak mengorbankan kewajibannya sebagai anggota wakil rakyat. Anggota Komisi IX DPR ini mengatakan, soal jadwal ia selalu mencari waktu saat tidak kegiatan di dewan sudah tidak ada lagi, atau di saat-saat reses.

    Ia mengaku memiliki prinsip, bagaimana pun antara tugas partai dengan tugasnya sebagai wakil rakyat yang mewakili kepentingan masyarakat yang jauh lebih luas, tidak saling mengganggu.

    "Karena kalau kita sudah menegaskan komitmen kita untuk mengemban amanah dari masyarakat, kita harus konsisten untuk menempatkan kepentingan umum yang lebih luas diatas kepentingan pribadi dan kelompok," tegas putri Prof. Dr. Lucky Sondakh ini.

    Yang pasti, ia juga berusaha semaksimal mungkin menepati jadwal yang telah ditetapkan partainya untuk melakukan sosialisasi program dan kebijakan. Walhasil, bagi Angie, dari Jakarta ke Magelang, Temanggung, Wonosobo maupun Purworejo dan sebaliknya, sudah menjadi suatu hal yang biasa.

    Akibat jadwal sosialisasi dan tatap muka dengan calon pemilih yang padat itu ditambah seabrek kegiatan di dewan, perempuan yang mengaku memiliki hobi menulis itu mengaku, berat badannya susut lima kilogram. Semula berat badannya 59 kilogram, kini tinggal sekitar 54 kilogram. "Tapi ini wajar, nggak apa-apa, yang penting bisa lebih dekat dengan masyarakat," tegasnya.

    Itulah ikhtiar yang telah dilakukan oleh penerima penghargaan Satya Karya Kemerdekaan pada 17 Agustus 2000 dari Menteri Sosial ini, dalam mewujudkan cita-citanya menjadi wakil rakyat.

    Dan soal hasil, ia mengaku menyerahkannya kepada masyarakat pemilihnya. "Mudah-mudahan masih dipilih oleh rakyat. Yang penting saya sudah turun ke masyarakat. Kalau tidak jadi pun akan dapat pahala banyak, karena bertemu banyak orang dan mendoakannya agar tambah maju," tambahnya.


    Arif Arianto


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.