Filosofi Empat Jari Meutya Hafid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • seleb

    seleb

    TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemirsa yang telanjur kepincut oleh penampilan presenter Meutya Hafid, 30 tahun, di sebuah stasiun televisi berita boleh jadi akan merasa kehilangan. Sejak akhir September lalu pembawa acara Today’s Dialogue ini menghilang dari layar kaca karena tengah mempersiapkan diri melangkah menuju Senayan. "Saya resmi mundur dari Metro TV dan meninggalkan dunia wartawan yang sudah ditekuni selama delapan tahun," kata perempuan kelahiran Bandung ini, pekan lalu, di sebuah acara diskusi internal calon anggota legislatif dari kalangan wartawan di Menteng Huis, Jakarta.

    Nama Meutya masuk daftar calon legislator sementara nomor urut 2 Sumatera Utara dari Partai Golkar. Ia memaparkan alasannya banting setir ke dunia politik. "Jujur, ketika saya mengajukan berbagai pendapat dan pertanyaan dengan mengarahkan satu jari ke narasumber, sisanya empat jari mengarah ke saya. Kalau boleh saya katakan, langkah ini bagian dari filosofi jari yang saya pahami."

    Keputusan ini melalui proses panjang dan kucuran air mata. Pertama, ia mengajak bicara ibu dan kakak-kakaknya. Sebab, sebagai anggota Dewan, biasanya semua bidikan akan mengarah ke keluarga. Untung, dukungan dari keluarga akhirnya digelontorkan. Ia pun meminta pertimbangan beberapa sahabat dekat, termasuk izin dari kantor. Yang paling berat adalah berperang dengan diri sendiri. Selama Ramadan, hatinya berkecamuk. "Mungkin Allah memberikan kemudahan terhadap langkah filosofi empat jari ini, semuanya seperti air dan ibarat pintu langsung terbuka lebar."

    Meutya mengaku pengalamannya sebagai wartawan telah memberi pemahaman bahwa dunia yang akan dimasuki ini seperti rimba raya tanpa kepastian. Namun, hal ini tak mengecilkan nyalinya. Sebab, ia percaya, dengan kemampuan yang dimilikinya, ia akan memberikan yang terbaik dan mengakomodasi kepentingan rakyat.

    Di bidang yang bakal ditekuni ini, Meutya memang masih nol. Tapi ia tak gentar. "Dulu saat menjadi wartawan pun saya dari nol besar. Mudah-mudahan, dengan semangat dan perjuangan yang sama, saya bisa melewati ini semua," ujarnya penuh harap. Semoga!

    Hadriani P


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.