Komedi Konspirasi Cinta dari Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • film

    film

    TEMPO Interaktif, Jakarta: "Tapi kita adalah suami-istri." Protes keluar dari mulut Jamshid (Ali Reza Ashkan), yang ingin tidur sekamar dengan Mahsa (Bita Saharkhiz). Tapi pintu kamar ditutup rapat. Jamshid terpaksa menggelar karpet di ruang depan.

    Ini kisah komedi penuh cinta dari Iran. Film berjudul Hamkhaneh atau Room Mate ini sudah bisa ditonton di layar Blitz Megaplex sejak 10 Oktober dan di Bandung mulai 5 November 2008.

    Mahsa dan Jamshid sedang merajut kebohongan untuk mendapatkan tempat tinggal. Mereka sebetulnya suami-istri bohongan. Saat itu kawan Mahsa punya seorang nenek yang memiliki rumah besar. Sang nenek hendak melancong ke luar negeri dan ingin rumahnya diurus sepasang suami-istri.

    Kesempatan emas itu tak dilepas begitu saja. Setelah mengadakan audisi kecil-kecilan di sebuah restoran, terpilihlah Jamshid, yang tak lain adalah pelayan di sana, sebagai suami rekaan. Bukan karena Jamshid adalah yang terbaik, justru ia yang mengajukan diri.

    Soal ini sebenarnya sangat biasa dan mudah diselesaikan. Banyak gadis yang tinggal seatap dengan lelaki yang bukan muhrimnya, termasuk di Indonesia. Tapi tidak di Iran. Bagi masyarakat sana, masalah ini punya risiko besar. Hukum agama maupun hukum sipil melarangnya.

    Kehadiran film Iran di Tanah Air memang belum sepenuhnya mendapat perhatian karena jumlahnya sedikit. Meski begitu, kehadiran film asal Negeri Mullah ini bisa dijadikan pembanding terhadap sajian film kebanyakan dari Hollywood atau Indonesia sendiri.

    Kualitas film mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Masih ingat film Children of Heaven? Pada 1998, film ini diganjar penghargaan dalam Fajr Film Festival, Newport International Film Festival, The Warsaw International Film Festival, dan The Singapore International Film Festival. Ini hanya salah satu contoh saja.

    Memang, film-film Iran didominasi oleh cerita kondisi masyarakat dan kontradiksi norma di sana. Gejolak peralihan modernisasi yang berbenturan dengan norma agama kerap menjadi ide yang selalu segar buat para sineasnya.

    Tak terkecuali sang sutradara film Hamkhaneh ini, Mehrdad Farid. Farid, yang juga menulis skenario film tersebut, memunculkan ide sejenis yang dikemas secara pelik, gemas, sekaligus menggelitik.

    Farid adalah sutradara yang telah membuat lima film. Salah satu yang terkenal adalah film dokumenter berjudul Afghan Children (2002), yang dianugerahi The Golden Olive Prize dalam Kalamata International Film Festival di Yunani.

    Berbeda dengan film Barat dan lokal, film Iran memang terkesan kurang ramai, baik dari segi adegan, setting, kostum, maupun dialog. Gaya banyol pun diatur sedemikian mungkin agar tak terlalu nyeleneh. Tapi itu bukan berarti menurunkan bobotnya. Itu justru menjadi ciri khasnya.

    Aguslia Hidayah


    Judul: Hamkhaneh (Room Mate)
    Sutradara: Mehrdad Farid
    Jenis: Drama komedi
    Bahasa: Iran
    Pemain: Bita Saharkhiz, Ali Reza Ashkan, Maryam Bubani,
    Akbar Abdi, Ali Mardane, Shahrzad Kamalzadeh.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.