Grimlock Rilis Album Baru Dasawarsa Kebisingan dari 16 Band Cadas

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Album kompilasi 16 band cadas Bandung berjudul Dasawarsa Kebisingan rilisan Grimlock. (ANWAR SISWADI(

    Album kompilasi 16 band cadas Bandung berjudul Dasawarsa Kebisingan rilisan Grimlock. (ANWAR SISWADI(

    TEMPO.CO, Jakarta - Label rekaman independen di Bandung, Grimlock, meluncurkan album kompilasi baru berjudul Dasawarsa Kebisingan. Berisi total 16 lagu yang menggempur telinga selama 70 menit, warna musiknya bercorak hip hop, hardcore, punk, dan metal. Band yang terlibat seperti Eye Feel Six, Jeruji, Forgotten, dan Koil.

    Album yang meluncur 24 November 2020 itu diinisiasi mendadak setelah rencana perayaan 10 tahun Grimlock Fest gagal karena pandemi Covid-19. Pihak label meminta lagu baru ke beberapa band hingga terkumpul 16 tembang. “Hampir semuanya merupakan lagu yang belum pernah dirilis sebelumnya, atau hanya dirilis secara terbatas,” kata Herry Sutresna alias Ucok Homicide dari Grimlock.

    Kompilasi ini selain menjadi tinjauan bagi rilisan Grimlock terkini sekaligus melihat kiprah para band sejauh ini. “Sejauh mana progress musik mereka hari ini terdengar,” ujar Ucok. Album itu juga menghadirkan materi perkenalan tiga band debutan seperti Ametis, Taruk, dan Birds of the Coming Storm.

    Karya baru band post-metal SSSLOTHHH di urutan pertama daftar lagu membuka lewat judul Eulogy to the Passing. Selanjutnya muncul band hardcore Taring yang mengusung lagu Solek Gigil Sejarah. Gempuran band Ametis menyusul lewat Liberated in Worship, Wreck dengan Karam, Kidsway bersama Tatapan Kosong Gorilla Gadget, dan Eyefeelsix meracik lirik Persetankan Dunia dengan balutan hip hop.

    Birds of the Coming Storm menampilkan Ikarus Ibnu Firnas yang menggebu, sementara band Forgotten membawa Badai Api, lalu Eyes of War dengan Manifestasi Api. Adapun Jeruji tampil garang dengan tembang Rebut, Rampas, berikutnya Mesin Tempur (Detkor Kapiting), Krowbar ( BDSM ), Taruk (Pesta Durga, Kegilaan Takkan Pernah Berakhir), Goredath (Manic Depression), dan Koil yang mengaransemen ulang lagu Aku Lupa Aku Luka. Interpretasi Flukeminimix pada lagu Genjer Genjer menjadi penutup.

    Dibanderol seharga Rp 95 ribu, Grimlock melengkapi album berbentuk compact disc itu sepaket dengan sebuah buku kecil setebal 128 halaman. Isinya profil para band yang berkontribusi, lirik, foto-foto arsip dan tulisan pengantar dari label.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?