Mau Road Trip Jakarta - Bali Saat Liburan Akhir Tahun? Ini Tips Ernest Prakasa

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ernest Prakasa bersama istri, Meira Anastasia dan dua anak mereka, Sky Tierra Solana dan Snow Auror Arashi. Instagram

    Ernest Prakasa bersama istri, Meira Anastasia dan dua anak mereka, Sky Tierra Solana dan Snow Auror Arashi. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Sutradara Ernest Prakasa melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bali bersama istri dan dua orang anaknya. Bagi Ernest Prakasa, bila sedang bepergian membawa anak-anak maka ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan termasuk cara mengusir rasa bosan anak-anak.

    Cara yang dilakukan Ernest untuk mengusir rasa bosan dan juga menjaga stamina anak-anak membagi 19 perjalanan dalam tiga etape. "Kami merencanakan menginap dua kali, karena ada anak-anak, jadi saya tidak mau terlalu ambisius. Pertama, perjalanan Jakarta-Surabaya adalah etape paling ringan, karena dari tol ke tol," katanya seperti dikutip dari Instagram @ernestprakasa, Selasa 24 November 2020.

    Perjalanan Jakarta-Surabaya melalui tol membutuhkan waktu tempuh selama 9 jam, sudah termasuk waktu istirahat dengan biaya tol dari Mampang- Surabaya sekitar Rp 700 ribu. Ernest juga pernah melakukan road trip pada 2013 mengatakan pengalamannya terdahulu terbilang lebih lama dibadingkan pada 2020. "Sebagai gambaran, pada 2013, saya menyetir 15 jam dari Jakarta, dan itupun baru sampai Solo, karena tol hanya sampai di Cikampek. Habis Cikampek sudah gak ada tol lagi. Kalau teman-teman mau nyetir, saya rekomendasikan berhenti di Surabaya karena di banyak makanan dan penginapan," katanya.

    Adapun rata-rata kecepatan tempuh saat Ernest menyetir sekitar 120 km/jam. Selama roadtrip, Ernest dan keluarga tidak berhenti makan di restoran, karena protokol pencegahan Covid-19. Ernest dan keluarga lebih memilih untuk membeli makanan dan menikmatinya di dalam mobil. Di tengah pandemi, Ernest memutuskan untuk tidak banyak berhenti dan beristirahat di luar mobil. Dia hanya berhenti untuk isi bensin.

    Setelah menginap satu malam di Surabaya, lalu perjalanan dilanjutkan dari Surabaya-Banyuwangi. Perjalan dimulai subuh. "Sebenarnya, saya sempat mempertimbangkan, Surabaya langsung ke Bali, tetapi karena bawa anak-anak dan takut mereka bosan maka saya hitung ke Bali butuh waktu 11 jam, jadi melelahkan dan saya tidak berani," tuturnya.

    Surabaya-Banyuwangi merupakan etape yang paling melelahkan meskipun hanya 5 jam. Karena perjalanan ini tidak ada tol. Lalu menginap 1 malam di Banyuwangi. Perjalanan dari Banyuwangi menuju Bali juga butuh waktu sekitar 5 jam sudah termasuk menyebrang dengan kapal Feri. Pembelian tiket kapal Feri dilakukan melalui aplikasi dan sesampai di pelabuhan cukup scan barcode. Saat menyebrang menggunakan kapal Feri, setiap orang wajib menunjukkan surat tes rapid. "Nah, pengalaman setelah menyebrang langsung sampai Gilimanuk. Memang sudah ada ada di Bali, tapi jangan berharap itu sudah sampai di tujuan. Jadi pas sampai Gilimanuk ke Selatan Bali butuh waktu 4 jam dan 3 jam pertama cukup sulit karena jalan kecil dan kelak kelok," tuturnya.

    Beberapa tips Ernest untuk yang ingin menyetir ke Bali adalah perhitungkan kemampuan mendasar yakni kemampuan menyetir dan pembagian durasi menyetir. "Saya membagi dalam tiga etape dan capeknya minta ampun. Kalau tidak bawa anak-anak mungkin bisa dua etape, karena saya suka menyetir asal tidak macet," ungkapnya.

    Tips lain yang perlu dipertimbangkan adalah perhatikan waktu untuk roadtrip, sebab kemungkinan besar di atas 15 Desember 2020 orang-orang sudah memilih untuk road trip. Pada pertengahan Desember, katanya, grafik booking hotel di Bali sudah meningkat dan ada beberapa hotel yang sudah penuh untuk 10 Desember ke atas.

    Selain itu, pertimbangan lain saat road trip bersama anak-anak adalah persiapan mental anak dan berikan kelonggaran untuk menggunakan gadget, bantal dan camilan. "Bantal sangat perlu, karena anak-anak kalau ada yang empuk-empuk dikit bisa langsung tidur. Lalu komunikasikan ke anak-anak bahwa perjalanan akan berat, siapin gadget dan camilan," katanya.

    Pesan terakhir dari Ernest adalah bila pergi liburan, maka jangan lupa untuk berbagi kepada orang-orang yang terdampak. Okupansi hotel rata-rata hanya 10 persen dan pekerja yang di hotel juga terdampak, sehingga mereka juga mengandalkan tip dari pengunjung. "Bila ada bujet lebih, yuk mari memberikan tip. Berbagi kebahagiaan sambil liburan," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.