Album Baru BTS Kuasai Top 50 Spotify Dunia

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota boy band K-pop BTS berpose untuk foto selama konferensi pers mempromosikan album baru mereka

    Anggota boy band K-pop BTS berpose untuk foto selama konferensi pers mempromosikan album baru mereka "BE (Deluxe Edition)" di Seoul, Korea Selatan, 20 November 2020. REUTERS/Heo Ran

    TEMPO.CO, Jakarta - Album terbaru dari BTS, yakni BE (Deluxe Edition) berhasil mendominasi di tangga lagu Global Top 50 harian Spotify.

    Melansir Soompi pada Minggu 22 November 2020, sejumlah lagu dari album yang dirilis pada Jumat 20 November 2020 itu berhasil menempati peringkat teratas Global Top 50 harian Spotify. Tercatat, tujuh lagu berhasil menempati posisi 13 besar tangga lagu tersebut pada debutnya.

    Sebagai catatan, BE (Deluxe Edition) terdiri dari delapan lagu, termasuk single hit mereka yang sebelumnya Dynamite dan Skit non-musikal lisan.

    Dynamite yang sebelumnya sempat menduduki peringkat pertama di Spotify Global Top 50 pada Agustus, berhasil naik kembali ke peringkat kedua dua tangga lagu tersebut. Sementara lagu baru BTS Life Goes On debut di posisi nomor tiga.

    Fly To My Room, Blue & Grey, Telepathy, Dis-ease, dan Stay masing-masing menempati posisi delapan hingga 13 Spotify Global Top 50 saat debutnya. Bahkan, Skit yang sebenarnya hanyalah sebuah rekaman percakapan lisan saja, berhasil menduduki peringkat ke-21 tangga lagu tersebut.

    Selain Spotify, boyband asal Korea Selatan itu juga berhasil menyapu bersih urutan teratas tangga lagu iTunes di seluruh dunia dengan album baru mereka BE (Deluxe Edition).

    BTS, juga dikenal sebagai Bangtan Boys adalah sebuah boyband beranggotakan tujuh orang asal Korea Selatan yang dibentuk oleh Big Hit Entertainment. Nama tersebut kemudian berakronim menjadi Beyond the Scene pada bulan Juli 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.