Visinema Pictures Siapkan 1 Film Animasi dan 4 Film Live Action Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angga Dwimas Sasongko, sutradara film Cahaya Dari Timur : Beta Maluku. TEMPO/FRANNOTO

    Angga Dwimas Sasongko, sutradara film Cahaya Dari Timur : Beta Maluku. TEMPO/FRANNOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Visinema Pictures mengaku siap merilis 5 film pada 2021 untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. CEO & Founders Visinema Pictures, Angga Dwimas Sasongko mengatakan kelima film tersebut terdiri dari 1 film animasi dan 4 live action dengan cerita yang belum pernah ditonton sebelumnya.

    "Kita berharap film-film ini yang akan menawarkan hal baru sehingga publik yang baru saja keluar dari krisis bisa mendapatkan pengalaman baru di bioskop," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu 18 November 2020.

    Dia membeberkan lebih rinci, Visinema baru menyelesaikan produksi film Filosofi Kopi 3 berjudul Ben dan Jody dengan genre baru. Film horor yang bukan nafas dari Visinema juga tengah dibuat dengan menambah bumbu fantasi serta petualangan. Sementara syuting Keluarga Cemara 2 berlangsung pada Desember.

    Satu film lagi berjudul Raden Saleh, lanjut Angga proses syutingnya berlangsung tahun depan. Sedangkan film animasi Nussa yang diklaim akan menjadi pengalaman baru bagi penonton Indonesia.

    "Kita sudah mulai produksi dan kita sudah mempersiapkan diri ketika market reopening, jadi kita kita enggak dalam posisi pesimis bahwa dunia akan ambruk," tegasnya.

    Angga menjelaskan bahwa bioskop tetap menjadi wahana utama Visinema mendistribusikan filmnya. Pasalnya bioskop menjadi faktor penting penentu apakah konten atau intellectual property (IP) yang dibuat memiliki nilai atau tidak. Walaupun saat ini distribusi bisa dilakukan secara digital, dalam konteks pendapatan, bioskop menjadi tempat yang paling menguntungkan.

    Layaknya jendela utama, apabila mendapat atensi lebih penonton di bioskop, film tersebut bisa dimonetisasi lebih lanjut. "Kalau dia (film) berhasil di bioskop, dia akan berhasil di semuanya. Dia akan berhasil di digital, dia akan berhasil di televisi, dia akan berhasil di ritel, dia akan berhasil di ancillary product, contohnya Filosofi Kopi," katanya.

    Kendati demikian Visinema tetap mengambil dua jalur yakni dengan memproduksi film untuk dirilis secara digital dan film untuk bioskop. Adapun baru-baru ini mereka merilis Story of Kale: When Someone’s in Love di platform penayangan digital.

    Di sisi lain sebagai stimulan menarik para penonton datang ke bioskop yang kembali beroperasi, Visinema menghadirkan Generasi 90an: Melankolia. "Kita mau jadi stimulan untuk bisa memulai proses recovery market di perfilman Indonesia," pungkas Angga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.