Jerinx SID Divonis 14 Bulan Penjara Atas Kasus IDI Kacung WHO

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa musisi grup band Superman Is Dead, I Gede Ari Astina atau Jernix menggandeng istrinya usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Denpasar, Denpasar, Bali, Kamis 19 November 2020. Majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Jerinx dengan pidana penjara 1 tahun 2 bulan dan denda 10 juta subsider 1 bulan kurungan dalam kasus ujaran kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. TEMPO/Johannes P. Christo

    Terdakwa musisi grup band Superman Is Dead, I Gede Ari Astina atau Jernix menggandeng istrinya usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Denpasar, Denpasar, Bali, Kamis 19 November 2020. Majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Jerinx dengan pidana penjara 1 tahun 2 bulan dan denda 10 juta subsider 1 bulan kurungan dalam kasus ujaran kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Jerinx SID dinyatakan bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. Majelis hakim menjatuhkan vonis satu tahun dua bulan  atau 14 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider satu bulan kurungan kepada I Gede Ari Astina atau dikenal dengan nama Jerinx pada Kamis, 19 November 2020 atas perkara pencemaran nama baik terhadap Ikatan Dokter Indonesia atau IDI. 

    Jerinx ditahan karena dituduh melanggar Pasal 27 dan 28 UU ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. "Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun 2 bulan, denda Rp 10 juta, subsider satu bulan kepada terdakwa I Gede Ari Astina," kata Ketua Majelis Hakim Persidangan di ruangan Cakra Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi. 
     
    Selain itu, ketua majelis hakim juga menyebutkan, masa hukuman tersangka dikurangi masa penahanan selama kasus berjalan.  Vonis yang diterima penabuh drum band punk Superman Is Dead ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni tiga tahun. 
     
    Kasus ini bermula pada Agustus 2020 ketika menulis IDI kacung WHO di akun media sosial Instagram. Jerinx menyebutkan IDI selalu tunduk dengan apapun putusan WHO berkaitan dengan Pandemi Covid-19. 
     
    Atas vonis tersebut, Jerinx mengatakan pihaknya masih berpikir untuk mengajukan banding atau tidak. "Setelah konsultasi, kami berpikir dulu (langkah hukum banding)," ujar Jerinx. Koordinator Jaksa Penuntut Umum Otong Hendra Rahayu juga menyatakan berpikir atas putusan hakim itu.
     
     
    MADE ARGAWA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.