Taylor Swift Tolak Kerja Sama dengan Perusahaan Dana Investasi Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Taylor Swift berpose saat menghadiri premiere film

    Penyanyi Taylor Swift berpose saat menghadiri premiere film "Cats" di Manhattan, New York, 17 Desember 2019. Film ini juga dibintangi oleh Idris Elba, serta Ian McKellen. REUTERS/Andrew Kelly

    TEMPO.CO, JakartaMusisi Taylor Swift menolak tawaran untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan dana investasi bernama Shamrock Holdings, terutama setelah Scooter Braun ketahuan menjual enam album pertama Swift kepada perusahaan tersebut. Menurut catatan yang diunggah di media sosial oleh Taylor Swift, dia diberi kesempatan untuk menjadi partner dengan Shamrock. Menurut seseorang yang mengetahui penawaran tersebut, Swift dapat menginvestasikan uang untuk pembelian tersebut dan menjadi mitra ekuitas.

    Akan tetapi Swift menolaknya karena dia berpikir bahwa Braun akan terus mendapat keuntungan dari pekerjaannya. "Segera setelah kami memulai komunikasi dengan Shamrock, saya mengetahui bahwa di bawah istilah mereka, Scooter Braun akan terus mendapatkan keuntungan dari katalog musik lama saya selama bertahun-tahun," kata Swift seperti dikutip dari New York Post, Rabu 18 November 2020.

    "Saya berharap dan terbuka untuk kemungkinan kemitraan dengan Shamrock, tetapi partisipasi Scooter bukanlah hal yang pertama bagi saya," ujar Swift melanjutkan.

    Faktanya, salah satu isi poin kesepakatan adalah bahwa Ithaca akan menerima pembayaran di masa mendatang jika katalog Swift mencapai target keuangan tertentu. Untuk kedua kalinya dalam satu setengah tahun, hak rekaman untuk enam album pertama Taylor Swift termasuk megahits-nya "Love Story", "Shake It Off" dan "We Are Never Ever Getting Back Together" dijual kembali oleh Braun.

    Musim panas lalu, Braun membuat kesepakatan sebanyak AS 300 juta dolar sampai AS 350 juta dolar untuk membeli Big Machine Label Group, label Nashville yang menandatangani kontrak saat Swift masih remaja.

    Swift menyebut kesepakatan itu sebagai skenario terburuk. Swift mengungkapkan perasaannya kepada para penggemar di sosial media tentang permasalahannya dengan Braun dan Carlyle Group, firma ekuitas swasta yang mendukung Braun, Ithaca Holdings.

    Swift juga mengindikasikan bahwa dia berencana untuk merekam ulang versi baru dari musik lamanya, sehingga berpotensi menurunkan nilai aset aslinya. Dalam beberapa hal, kesepakatan Braun untuk Big Machine adalah transaksi rutin dalam industri musik, di mana katalog populer berpindah tangan secara teratur. Tetapi Swift menyoroti fakta bahwa, seperti kebanyakan artis, dia tidak mengontrol hak atas rekaman, video musik, dan seni albumnya sendiri.

    Swift juga menuduh Big Machine dan Braun sengaja memblokirnya agar tidak bisa tampil pada acara penghargaan yang akan datang. Protes Swift dan pemberitaan media menyebabkan kesepakatan yang melibatkan Ithaca dan Carlye berlangsung alot. Swift juga mengatakan bahwa dia telah berusaha untuk bernegosiasi dengan Braun untuk membeli karyanya secara langsung. Namun hal ini harus dilakukan secara rahasia yang artinya Swift tidak bisa memeriksa katalog Big Machine.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.