Alami Pelecehan Seksual, Aurel JKT48 Bicara Soal Penyembuhan dan Otoritas Diri

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aurel JKT48 berbicara atas kasus pelecehan seksual yang dialaminya. Instagram/@jkt48aurel

    Aurel JKT48 berbicara atas kasus pelecehan seksual yang dialaminya. Instagram/@jkt48aurel

    TEMPO.CO, JakartaAurel JKT48 mengalami pelecehan seksual beberapa waktu belakangan ini. Tidak tinggal diam, Aurel yang sudah menyampaikan kejadian tersebut kepada manajemen JKT48 mengambil langkah hukum untuk melaporkan pelaku kepada polisi.

    "Hari ini, 7 November 2020, @N_AurelJKT48 telah melaporkan kejadian asusila yang menimpa dirinya pada tanggal 3 November 2020 lalu ke SPKT Polda Metro Jaya bersama JKT48 Operation Team yang ikut mendampinginya," tulis akun resmi Twitter JKT48 pada Sabtu, 7 November 2020.

    Cuitan tersebut juga dilengkapi dengan foto surat tanda bukti lapor yang ditanda tangani oleh Ni Made Ayu Vania Aurellia, nama lengkap Aurel. Perempuan kelahiran Jakarta, 8 Agustus 1999 itu juga mengajukan dua nama yang berstatus sebagai saksi, Tedy Wijaya dan Rezza Habibie. Perkaranya ini masuk ke dalam tindak pidana kesusilaan pasal 27 ayat 1 JO pasal 45 ayat 1 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang ITE.

    JKT48 yang telah rumah bagi para member dan fans untuk tumbuh bersama, berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan member dalam menjalankan aktivitasnya. Sehingga pihak JKT48 berharap dengan pelaporan tersebut, kejadian tak terpuji seperti itu tidak terjadi pada member lainnya di kemudian hari.

    Aurel JKT48 berbicara atas kasus pelecehan seksual yang dialaminya. Instagram/@jkt48aurel

    "Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali, baik kepada member JKT48 maupun kepada siapa pun. Sekali lagi, terima kasih untuk kalian yang senantiasa mendukung JKT48 sampai sekarang ini. Mari kita jaga bersama lingkungan yang positif di sekitar kita," tulisnya.

    Sebelumnya, member JKT48 itu sempat curhat di akun Twitternya mengenai kejadian kurang mengenakkan yang dialaminya melalui Direct Message. Bahkan Aurel sangat marah dan merasa tidak dihargai sebagai perempuan. "Tolong! Aku sangat menghargai direct message dari kalian, tapi kalau DM yg masuk itu konteksnya sudah ke arah sexual harassment aku marah banget, tolong yah saling menghargai," cuitnya pada Selasa, 3 November 2020.

    Aurel tahu betul bagaimana konsekuensi yang harus ia terima sebagai public figure, namun ia tidak bisa terima jika harga dirinya ikut dilecehkan. "Aku sudah kasih tahu ke management, intinya aku marah banget karena aku merasa ga berharga sebagai perempuan. Semoga bisa ditindak lanjuti ya, sayang banget soalnya masih banyak hal positif yang bisa di lakukan di social media gitu, kalau untuk soal sexual harassment aku bener-bener marah," tulisnya.

    Di akun Instagramnya, Aurel juga mengunggah bahwa dirinya kini berupaya memulihkan dirinya sendiri. "Saya punya cara sendiri untuk menyembuhkan diri dan punya otoritas atas diri saya," tulisnya. 


    MARVELA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.