Lagu Iskandar Widjaja Untuk Sang Ayah

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iskandar Widjaja/YouTube

    Iskandar Widjaja/YouTube

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain biola berdarah Indonesia, Iskandar Widjaja, akan merilis sebuah lagu berjudul Papa. Lagu ini didedikasikan untuk almarhum ayahnya, Ivan Hadar—mantan jurnalis dan aktivis NGO. Lagu ini akan dirilis pada 12 November 2020.

    “Ini tentang ayah, Aku membuat video musik ini di Arena di Pula, sebuah colosseum raksasa dari zaman Romawi kuno,” ujar Iskandar kepada Tempo melalui surat elektroniknya, 4 November 2020.

    Is, panggilannya, mencurahkan kerinduannya kepada sang ayah yang meninggal beberapa tahun lalu. Ia ingin memberikan penghormatan dan melepas kerinduan kepadanya. Ia menceritakan proses pembuatan lagu tersebut. Ketika tiba-tiba saja, melintas melodi di pikirannya ditulisnya, kemudian ia tambahkan lirik dari melodi itu.

    Is menceritakan punya banyak kisah indah bersama sang ayah. Ia menceritakan sebuah kisah yang sangat dia ingat tentang sang ayah yang seorang jurnalis. Dia blacklist karena menulis tentang keditaktoran di Jerman. Kisah yang ia ceritakan, saat ia berusia berusia 11-12 tahun, ia tinggal di Berlin sementara sang ayah berada di Indonesia.

    “Aku ingat malam-malam menangis, menelpon karena kangen. Keesokannya, dia pesan tiket terbang ke Berlin,” ujar Is. Mereka kemudian naik bus pergi ke Disneyland Paris, Prancis. Is dan ayahnya bersenang-senang di tempat tersebut. “Ya, dia datang karena saya kangen,” ujarnya.

    Ivan mendirikan sebuah yayasan untuk membantu anak-anak jalanan, anak-anak miskin dengan musik. Yayasan ini diberi nama Yayasan Musik Yang Membebaskan dan menggelar konser amal. Sebelum meninggal, Ivan sempat mengajar di Berlin dan mempromosikan tentang yayasannya ini. Ivan Hadar meninggal di Berlin pada 2015 karena sakit. Yayasan ini nantinya akan berganti nama menjadi Yayasan Be Sharp Indonesia. “Sekarang aku akan meneruskan yayasan ini untuk membantu anak-anak yang kurang mampu,” ujar Is.
    Dia pun menuliskan lirik lagu yang didedikasikan oleh sang ayah, berjudul Papa dan tautan video di saluran Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=eB99IhL6Y8o

    Papa

    I'm alone in my solitude
    I'm alone in my despair
    My joy and struggle
    were never part of yours
    You were not here
    Well life's not fair.
    Can't I sing to you?
    How my everything I know and feel
    was brought to me by you
    now that you're gone
    I know everything you knew and felt
    was us.
    Mama sings your song
    I know I'm lonesome
    you did what was wrong
    now that you're gone , I
    know we should have sung
    more from the heartstring
    your heart was broken
    gave up the beat, when
    I sang to you
    ...
    I am the maker of my dreams
    am the sole creator of means
    am the host and harbor of love
    all my music is from above
    Father's love can't be replaced
    but a tiger fights the chase
    all my sufferings came to make sense after all
    'cause the artist has to adress what's life for real.
    Not alone in my solitude
    Not alone in my despair
    Undispatched my youthful heart returned
    You were not here
    but life is fair!

    DIAN YULIASTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.