Pernah Pimpin Parfi, Ini Pesan Terakhir Gatot Brajamusti

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gatot Brajamusti (Aa Gatot) meninggalkan ruang sidang setelah menghadiri sidang putusan tindak pidana asusila di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 24 April 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gatot Brajamusti (Aa Gatot) meninggalkan ruang sidang setelah menghadiri sidang putusan tindak pidana asusila di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 24 April 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Humas Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Evry Joe mengatakan bahwa Gatot Brajamusti sebelum meninggal sempat menitipkan pesan bagi organisasi yang pernah dipimpinnya itu.

    Evry Joe mengatakan Gatot ingin anggota Parfi agar selalu kompak dan saling membesarkan organisasi perfilman tersebut. "Pesan terakhir beliau dengan terpilihnya Alicia Djohar sebagai Ketua Parfi 2020 - 2025, semoga Parfi anggotanya agar selalu damai saling menjaga dan membesarkan," kata Evry Joe pada Ahad 9 November 2020.

    Evry Joe mengatakan kepergian Gatot Brajamusti meninggalkan duka yang mendalam bagi Parfi. Dia mengenang sosok Gatot Brajamusti semasa hidup sangat peduli dengan perfilman. "Beliau sangat peduli dengan perfilman, peduli kepada Parfi," ujar Evry Joe.

    Gatot Brajamusti meninggal dunia sekitar pukul 4 sore ini saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pengayoman. Diketahui kondisi kesehatan Gatot yang sedang menjalani masa tahanan akibat kasus narkoba memang tengah menurun belakangan ini.

    Bahkan Evry Joe mengatakan bahwa Gatot harus menjalani menjalani masa penahanan sambil dirawat di rumah sakit. Gatot Brajamusti lahir 29 Agustus 1962 di Sukabumi. Semasa hidupnya, Gatot Brajamusti pernah memimpin organisasi Parfi pada periode 2011 - 2016.

    Gatot Brajamusti juga pernah membintangi beberapa judul film seperti "Azrax" hingga "DPO".


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.