Dapat Nominasi Pemeran Utama Terbaik FFI 2020, Ini Kata Laura Basuki

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laura Basuki berpose di karpet merah Festival Film Indonesia 2019 pada Ahad 8 Desember 2019. Instagram.com/@laurabas

    Laura Basuki berpose di karpet merah Festival Film Indonesia 2019 pada Ahad 8 Desember 2019. Instagram.com/@laurabas

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Laura Basuki terpilih menjadi salah satu nominasi Festival Film Indonesia atau FFI 2020 dalam kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik dalam film Susi Susanti: Love All. Perempuan 32 tahun itu mengaku senang karena ini di luar ekspektasinya saat mengerjakan film ini.

    "Senang karena waktu terima film Susi Susanti ini sama sekali tidak kepikiran masalah penghargaan apalagi FFI. Yang dipikirkan waktu itu cuma gimana caranya supaya aku tidak pingsan shooting sebagai seorang legenda badminton," kata Laura Basuki dalam konferensi pers virtual pada Minggu, 8 November 2020.

    Tidak ada di pikirannya sama sekali bahwa ia akan kembali dinominasikan sebagai Pemeran Utama Perempuan Terbaik setelah 6 tahun lalu untuk film Haji Backpacker. Selama syuting, Laura Basuki hanya berusaha supaya bisa menampilkan kemampuannya sebaik mungkin dalam memerankan legenda bulutangkis, Susi Susanti.

    "Gak mikirin penghargaan, gak mikirin apresiasi, cuma mikirin fokus gimana caranya aku yang dulu sekolahnya nilai olahraga pas-pasan itu bisa survive syuting film selama dua bulan," katanya.

    Film Susi Susanti: Love All merupakan film yang mengangkat kisah atlet bulu tangkis untuk pertama kalinya. Film ini diproduseri oleh Daniel Mananta dan suami Maia Estianty, Irwan Musry. Sebelum memulai syuting film ini, Laura Basuki mengikuti pelatihan sebagai atlet bulu tangkis selama empat bulan. Selama melakoni perannya sebagai Susi Susanti, Laura Basuki mengakui setiap atlet memikul beban yang begitu besar.

    Laura Basuki juga mengakui kalau prestasinya ini merupakan hasil kerja tim. Menurutnya, ketika seorang aktor bisa masuk nominasi itu bukan karena kehebatan, kerja keras atau keahlian si aktor sendiri. "Tapi ini adalah bentuk kerja sama sebuah tim. Percuma kalau aktor aktingnya bagus tapi gambarnya tidak fokus, skripnya ceritanya tidak nyambung, didirectnya berantakan. Jadi menurut aku ini adalah keberhasilan dan kerja keras tim dan masing-masing itu memang harus menjalankan tugasnya semaksimal mungkin," katanya.

    Festival Film Indonesia 2020 mengumumkan secara resmi daftar nominasi Piala Citra pada Sabtu, 7 November 2020 secara virtual di kanal YouTube Festival Film Indonesia dan Kemendikbud RI. Total ada 21 kategori yang diapresiasi pada penyelenggaraan ke-40 ini. Malam penganugerahan Piala Citra 2020 akan dilaksanakan pada Sabtu, 5 Desember 2020.

    MARVELA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.