Tenangkan Penggemar, Britney Spears: Saya Baik-Baik Saja

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Britney Spears tampil seksi saat menghadiri GLAAD Media Awards ke-22 di Beverly Hilton Hotel, California, 12 April 2018. AP Photo

    Britney Spears tampil seksi saat menghadiri GLAAD Media Awards ke-22 di Beverly Hilton Hotel, California, 12 April 2018. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang pop Britney Spears muncul untuk menenangkan para penggemar yang khawatir atas kesehatan mentalnya, dia mengatakan dirinya dalam keadaan sangat bahagia.

    Penyanyi 38 tahun, yang bisnis dan urusan pribadinya dikontrol oleh sang ayah sejak 2008, mengunggah video di Instagram di mana dia membantah anggapan yang beredar mengenai kondisinya yang disebut tidak baik.

    "Saya tahu ada banyak komentar dan banyak orang bicara hal yang berbeda tentang saya, tapi saya ingin kalian tahu bahwa saya baik-baik saja," kata dia lewat video, Senin 2 November 2020.

    "Saya dalam kondisi paling bahagia," imbuh dia seperti dikutip dari Reuters pada Selasa 3 November 2020.

    Sekelompok kecil penggemarnya yang vokal membuat kampanye #FreeBritney, meminta "konservatori" Britney diakhiri semenjak dia mengalami gangguan kesehatan mental 12 tahun lalu.

    Mereka yakin penyanyi "Womanizer" itu menjadi tahanan di rumahnya di Los Angeles, dan Britney mengirimkan sinyal tersirat, meminta dirinya dibebaskan lewat media sosial, yang biasanya berisi swafoto atau video menari. Penggemar lain khawatir karena Britney mengunggah foto yang sama beberapa kali, yang tampaknya diambil beberapa tahun lalu.

    Britney Spears memulai lagi kariernya setelah mengalami gangguan kesehatan mental, namun dia kembali masuk fasilitas kesehatan mental tahun lalu dan belum tampil lagi di depan publik sejak Oktober 2018.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.