Hagia Sophia Jadi Tempat Favoritnya, Nadya Hutagalung Memikirkan Gempa Turki

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadya Hutagalung mengunggah foto saat berada di Turki. Turki diguncang gempa berkekuatan 7 magnitudo. Foto: IG Nadya Hutagalung.

    Nadya Hutagalung mengunggah foto saat berada di Turki. Turki diguncang gempa berkekuatan 7 magnitudo. Foto: IG Nadya Hutagalung.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hati dan pikiran selebritas Asia, Nadya Hutagalung saat ini terfokus di Turki. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,6 disertai tsunami kecil yang mengguncang kawasan pesisir barat Turki, berdekatan dengan Pulau Samos, Laut Aegean inilah yang membuat konsentrasi Nadya berada di sana. 

    "Saya sering bepergian melalui Turki dalam perjalanan ke dan dari Kenya. Pada satu titik, saya mungkin telah meninggalkan sedikit hati di sana," tulisnya di akun Instagramnya, Sabtu, 31 Oktober 2020. 

    Seokor anjing berusaha membantu majikannya yang tertimbun puing bangunan usai terjadinya Gempa besar di Turki. Pusat Manajemen Bencana dan Darurat Turki mengatakan, gempa bumi yang terjadi pada Jumat (30/10/2020) waktu setempat, berpusat di Laut Aegea berada pada kedalaman 16,5 kilometer (10,3 mil) dan tercatat pada magnitudo 6,6. Foto/Twitter/emaokt

    Perempuan yang kini menetap di Singapura bersama suaminya asal Korea Selatan itu, memang gemar bertualang. Tak mengherankan, ceritanya banyak tersebar di seluruh planet bumi, disertai kisah cinta kepada bumi dan makhluk di dalamnya. Tak terkecuali di Turki yang sedang mengalami musibah dengan gempa berkekuatan cukup besar. 

    "Hagia Sophia adalah salah satu ruang favorit saya di bumi ini karena benar-benar merupakan visi #onehumanity #oneplanet. Akan selalu ada cinta. #prayforturkey #istanbul #love," tulis ibu tiga anak ini menjelaskan. 

    Empat orang dikabarkan tewas dalam gempa Turki itu. Izmir adalah salah satu kota yang terdampak gempa tersebut. Gedung-gedung di sana runtuh, diikuti dengan ombak-ombak besar di kawasan pantainya. Warga yang berada di sana berkumpul di jalanan untuk menyelamatkan diri. Per berita ini ditulis, tercatat ada 20 bangunan yang runtuh di sana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.