Dituduh Bela Omnibus Law, Lutfi Agizal: Kalau Akun DPR Direport Susah Komplain

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lutfi Agizal. (Instagram - @lambe_turah)

    Lutfi Agizal. (Instagram - @lambe_turah)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lutfi Agizal kembali menuai hujatan netizen setelah membuat unggahan yang bersuasana panjat sosial atau pansos. Ia memanfaatkan momentum ramainya penolakan Omnibus Law yang disahkan DPR RI kemarin sebagai Undang Undang Cipta Kerja. 

    Lutfi membuat foto tangkap layar soal ajakan melaporkan akun Instagram resmi milik DPR RI pada Selasa, 6 Oktober 2020. Ia mengunggahnya di Instagram Storynya dengan niat membantu admin yang mengelola akun DPR RI itu. "@dpr_ri saya siap bantuin cara-caranya kalau akunnya kena report. DM aja ya, Min #respect," tulis Lutfi di atas foto tangkap layar ajakan melaporkan akun DPR RI ke manajemen Instagram itu. 

    Unggahan ini langsung menjadi santapan pengguna Twitter yang dari kemarin memenuhi lini masa platform bergambar burung cuit untuk mengekspresikan kemarahan kepada DPR RI. Cacian netizen dengan kata kunci ndindiLutfi menjadi trending topic Twitter Indonesia. Setidaknya ada 12.300 cuitan yang mencaci mantan kekasih Salshadilla Juwita ini. Mereka rame-rame memfoto tangkap layar tawaran Lutfi kepada admin akun Instagram DPR RI itu di Twitter. 

    Lutfi Agizal. (Instagram - @lutfiagizal)

    "Innalillahi telah hilang kewarasan seorang Lutfi alias lu ga usah banyak tingkah bisa ga? Pansos mulu lu," cuit @rakathfck. Cuitan ini disukai lebih dari 4.000 pengguna Twitter dan diretweet hampir 700 kali. "Oke. Pemenang orang caper se-Indonesia tahun ini dimenangkan oleh Lutfi," cuit @alieyyy_unchiee. "Apa si lu sat caper banget si Lutfi gak kapok lu gegara anjay? Sekarag malah caper pake DPR pengkhianat?" tulis @yinyeoll.

    Setelah dikecam netizen, Lutfi berdalih tawarannya itu agar akun Instagram DPR tetap ada sehingga bisa dikontrol masyarakat. "Kalau akunnya Instagram direport, kita makin gak tahu kerjanya apaa!!! Orang akunnya gak direport aja kita gak tahu kerjanya selama ini lho," tulisnya di bagian atas. Pada bagian bawah, ia menuliskan bahwa seharusnya rakyat mengawal kerja DPR melalui platform media sosial. 

    Lutfi mengklaim ia juga tidak setuju dengan keputusan DPR mengesahkan Omnibus Law. "Tapi bagaimana kita bisa komplain lewat media sosial resminya kalau sampai akun Instagramnya hilangm!!! Bukannya itu salah satu cara kita untuk bisa komplain," tulisnya berdalih. 

    Alih-alih klarifikasi ini dimaafkan netizen, Lutfi justru semakin mendapatkan kecaman. "Ingatkan nd***u. Suara rakyat saja gak didengar. Merdeka pala lo s*mpl*k. Bodoh kok dipeliharuian a. Rakyat tertindas lo biarin, sama-sama hancurnya negeri punya rakyat kayak lo, Lutfi Anjayani," cuitan @ketawaindulu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.