Lelang Piringan Hitam Noah: Ingin Istana Menawar, Raffi Ahmad Vs Sultan Tasik

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Band Noah merilis video musik Menemaniku. (Instagram - @noah_site)

    Band Noah merilis video musik Menemaniku. (Instagram - @noah_site)

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup Band Noah merayakan ulang tahun kedelapan dengan melelang sebuah piringan hitam emas pada Rabu malam, 16 September 2020. Penawaran piringan hitam emas ini sudah berlangsung beberapa waktu lalu.

    General Manager Musica Studio's, Benny Bharata atau Benyo mengatakan angka pembuka lelang piringan hitam berisi album edisi spesial Band Noah itu adalah Rp 500 ribu. "Agak lama naiknya waktu kami mulai buka harga dari Rp 500 ribu menuju Rp 25 juta," kata Benny dalam acara Virtual Media Gathering Noah #Eightniversary pada Rabu, 16 September 2020.

    Setelah itu Gading Marten menawar vinyl tersebut seharga Rp 30 juta. "Lalu ada lagi yang menawar Rp 44 juta," ucap Benny. Hingga pada Jumat, 11 September 2020, Raffi Ahmad menawar dengan harga Rp 100 juta. Sampai Rabu siang kemarin, rekor penawaran lelang piringan hitam itu belum pecah.

    Pada kesempatan itu, Ariel Noah mengajak masyarakat menawar dengan harga setinggi-tingginya. Di lingkaran pertemanannya, Ariel mengatakan banyak yang menawar, tapi sulit membedakan apakah mereka serius atau bercanda. "Aku berharap ke Kang Arman (Armand Maulana), ayo istana sekalian ditawarin," kata Ariel. Untuk diketahui, Armand Maulana dipercaya sebagai pemandu lelang dan ucapan Ariel menyiratkan hari itu Armand ada agenda ke Istana Negara.

    Personel grup musik Noah Ariel (tengah), Lukman (kanan), dan David (kiri) berpose dengan memegang piala penghargaan pada Malam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2019 di Jakarta, Rabu, 27 November 2019. Noah berhasil meraih penghargaan AMI 2019 untuk kategori duo/grup pop terbaik. ANTARA

    Lelang piringan hitam emas album Noah tayang secara langsung di akun media sosial resmi Noah pada Rabu malam, 16 September 2020. Armand Maulana membuka dengan harga tertinggi, yakni Rp 100 juta dari Raffi Ahmad. Ada yang menarik ketika seseorang bernama Edi Syahputra menawar Rp 150 juta. Raffi Ahmad tak mau kalah, angka penawarannya naik jadi Rp 170 juta.

    Armand Maulana bertanya siapa dan dari manakah Edi Syahputra ini berasal. "Kang Edi ini dari Tasik (Tasikmalaya)," kata Armand Maulana. Dari situlah muncul sebutan 'Sultan Tasik' turut menawar piringan hitam emas Noah. Suasana kian panas. Arman Maulana berujar jika Raffi Ahmad tak menawar lebih tinggi, maka statusnya cukup sebagai hulubalang.

    Tawar-menawar berlanjut. Raffi Ahmad menaikkan angka tawarannya menjadi Rp 200 juta. Armand Maulana kembali mengumumkan jika ada yang ingin menawar lebih tinggi. Edi Syahputra masuk lagi dengan tawaran Rp 250 juta. "Kang Edi wa (mengirim pesan melalui aplikasi What's App), mentok aja deh," ucap Armand Maulana setelah membaca pesan dari Edi Syahputra.

    Mengetahui penawaran tertinggi dari Edi Syahputra Rp 250 juta, Armand Maulana lantas berkata, "kalau misalnya Raffi Ahmad enggak naik lagi tawarannya. Raffi jadi hulubalang." Tak berapa lama, Raffi Ahmad menawar dengan harga Rp 260 juta. Dan bidding piringan hitam Noah selesai? Bisa dibilang ya dan tidak.

    Musababnya, Armand Maulana mengatakan Raffi Ahmad belum sempat mentransfer uang Rp 260 juta sesuai dengan penawarannya. "Raffi masih ada keperluan sebentar," ucap Armand Maulana. Sementara Edi Syahputra sudah mengirimkan uang sebesar Rp 200 juta.

    Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di rumah Lebak Bulus. (Instagram - @raffinagita1717)

    Jadi total uang yang diperoleh dari tawar-menawar piringan hitam album Noah adalah Rp 460 juta. "Kang Edi ini perlu mendapat apresiasi," kata Armand Maulana. "Mungkin Ariel perlu satu hari tidur di rumah Kang Edi." Ariel menimpali ucapan tersebut sambil bercanda, "aku mau bebersih?"

    Hasil lelang piringan hitam Special Vinyl Gold Edition Album Keterkaitan Keterikatan ini akan diberikan kepada komunitas Crew Band Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19. Ariel menjelaskan pemilihan media piringan hitam sebagai media penyimpanan album lagu tersebut karena kualitas suara musik terbaik adalah yang keluar dari vinyl. Terlebih saat ini penggunaan piringan hitam untuk memutar lagu kembali tren. "Itu sebabnya kami memilih di piringan hitam. Seperti ultimate, yang sangat berharga, itu yang dilelang," ucap Ariel.

    Mengenai hasil lelang yang ditujukan bagi kru musik, Ariel Noah mengatakan saat ini sudah banyak bantuan untuk kalangan medis, masyarakat miskin, dan kelompok lain. Band Noah lantas melihat siapa yang perlu dibantu dari dunia yang paling dekat dengan mereka. "Dunia band untuk kru musik ini mungkin belum terjangkau," katanya.

    Pada malam itu, bukan hanya piringan hitam album Noah yang laku dilelang. Ariel melelang gelang kesayangannya yang selalu dikenakan di pergelangan tangan kanan sepanjang hari. "Ini gelang tidak pernah lepas," kata Ariel. Banyak yang menawar gelang tersebut, mulai dari Rp 200 ribu hingga akhirnya terjual Rp 2 juta. "Yah, pindah tangan," ucap Ariel Noah saat lelang gelangnya ditutup.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Mengurus Pasien Covid-19 di Rumah

    Pasien positif Covid-19 yang hanya mempunyai gejala ringan dapat melakukan isolasi di rumah.