Kisah Pendewasaan Sivia Azizah Dituangkan ke Album Love Spells

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sivia Azizah dalam konferensi pers virtual peluncuran album perdananya, Love Spells pada Jumat, 11 September 2020. (Dok. Tangkapan layar)

    Sivia Azizah dalam konferensi pers virtual peluncuran album perdananya, Love Spells pada Jumat, 11 September 2020. (Dok. Tangkapan layar)

    TEMPO.CO, JakartaSivia Azizah meluncurkan album perdananya, Love Spells pada Jumat, 11 September 2020. Love Spells sangat menggambarkan sosok Sivia karena bercerita tentang proses pendewasaannya untuk menemukan jati diri.

    "Aku pertama kali patah hati, aku galau sama kerjaan aku sendiri, jadi ada banyak galau yang aku rasakan tapi enggak cuma sama pasangan doang, sama banyak hal, pergaulan, lingkungan, pekerjaan udah pasti. Jadi album ini menceritakan tentang kegalauan-kegalauan aku, kekhawatiran, ketakutan, keraguan proses pendewasaan aku ini," kata Sivia dalam konferensi pers virtual perilisan album Love Spells pada Jumat, 11 September 2020.

    Total ada 9 lagu, antara lain Intro, New York, Storm, Love Jokes, Old Love, Ego, Love Spells, Goodbye Rumbling Heart, dan Breath. Lagu-lagu tersebut dikemas dalam musik bergenre R&B dan soul. Meskipun semua judul lagunya berbahasa Inggris, Sivia sengaja menggunakan Bahasa Indonesia di bagian lirik.

    "Aku suka banget kiasan karena aku suka banget kalau aku sebagai penyanyi yang punya pesan dan misi di laguku, aku pengen orang-orang itu aware sama pesan yang ingin aku sampaikan sebetulnya. Aku pengen mereka sensitif sama lirik," kata Sivia.

    Sivia juga melibatkan choir di setiap lagu dalam album Love Spells yang memang sudah ia cita-citakan sejak lama. Sebenarnya kesembilan lagu tersebut sudah dipersiapkan oleh Sivia dengan lirik berbahasa Inggris. Namun atas saran dari produsernya, Petra Sihombing akhirnya Sivia membuat versi Bahasa Indonesia. "Menurut aku bikin lirik berbahasa Indonesia jauh lebih sulit daripada Bahasa Inggirs. Aku sampai buka KBBI," kata mantan personel girlband Indonesia, Blink itu.

    Beberapa lagu diproduksi di masa pandemi dan Sivia harus kreatif membuat vocal booth sendiri di kamarnya. Ini menjadi tantangan tersendiri dan pengalaman pertamanya untuk melakukan rekaman di antara baju-bajunya yang digantung. "Sempet bikin demo di sela-sela baju, jaket. Karena gak punya lemari berpintu, jadinya di jendela. Bed cover diselipin di jendela, terus aku nyanyi di dalam selimut," kata Sivia.

    Album Love Spells sudah bisa didengar di digital platform Spotify dan lirik videonya di kanal YouTube Sivia.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.