Joko Anwar: Stop Pamer Nongkrong di Kafe, Pemerintah Belum Bisa Diandalkan

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembuat film Indonesia, Joko Anwar, merislis empat film di 2019; Orang Kaya Baru, Gundala, Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) dan Ratu Ilmu Hitam.

    Pembuat film Indonesia, Joko Anwar, merislis empat film di 2019; Orang Kaya Baru, Gundala, Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) dan Ratu Ilmu Hitam.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sutradara film, Joko Anwar meminta masyarakat tak lagi memamerkan kesenangannya nongkrong dan makan-makan di kafe saat pandemi belum juga berakhir. Ia berharap masyarakat Indonesia memiliki empati dan mengerti penularan Covid-19 masih tinggi.  

    "Cukuplah sudah sharing di sosmed lagi nongkrong, makan-makan, olahraga rame-rame tanpa masker nggak jaga jarak karena selain bikin kita lupa pandemi makin parah, juga tenggang rasalah sama yang bertahan hidup aja susah. Pemerintah belum bisa diandelin, we onlyhave each other," cuitnya di akun Twitternya, Jumat, 11 September 2020. Ia juga mengunggah sarannya ini di akun Instagramnya, Sabtu, 12 September 2020. 

    Pernyataan sutradara film Gundala ini menanggapi sengketa yang terjadi pasca Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan rencana pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar pada Senin, 14 September 2020. Para menteri Jokowi menentang rencana itu dengan alasan ekonomi. 

    Gubernur DKI Anies Baswedan mengimbau para pelaku usaha segera membatasi aktivitas perkantoran menjelang penerapan PSBB Senin depan. Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 11 September 2020. TEMPO/Achmad Assegaf

    Gubernur Anies memberikan alasan keputusannya menarik rem darurat PSBB Jakarta. Anies menuturkan indikator utama pemerintah mengambil kebijakan rem darurat adalah tingkat kematian (Case Fatality Rate) dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (Bed Occupancy Ratio) yang sudah kritis.

    Joko Anwar pun mengingatkan masyarakat agar selalu mengenakan masker. "Jaga jarak dan sering cuci tangan. Sederhana tapi bisa menyelamatkan jiwa," cuitnya kemudian. 

    Tapi, pernyataannya bahwa pemerintah tidak bisa diandalkan, tidak semua disetujui netizen. "Pemerintah belum bisa diandelin? Pemerintah sudah mengimbau sana sini, balik lagi ke pribadi masing-masing," tulis @aviransimama di kolom komentar unggahan sutradara film Perempuan Tanah Jahanam itu di Instagram. 

    Ada juga yang menegaskan saran Joko Anwar agar masyarakat memiliki kesadaran. "Untuk kalian yang kemarin posting-posting liburan haha hihi pandang enteng dengan pandemi. Tanggal 14 Jakarta kembali PSBB. Sudah sadarkah kalian bagaimana susahnya sebagian orang akibat PSBB," tulis @puts.nstp. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.