10 Film Pendek Jadi Finalis Viddsee Juree Awards Indonesia 2020

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Viddsee Juree Awards Indonesia 2020 mengumumkan sepuluh finalis kompetisi film pendek. Istimewa

    Viddsee Juree Awards Indonesia 2020 mengumumkan sepuluh finalis kompetisi film pendek. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta -  Viddsee Juree Awards Indonesia 2020, sebuah festival film pendek tahunan yang merayakan dan mendukung komunitas pembuat film di Asia memilih sepuluh film terpilih sebagai finalis. Film-film pendek yang masuk ke dalam nominasi dibuat oleh para pembuat film Indonesia dan telah mengantongi berbagai penghargaan. 

    “Seluruh film yang masuk pada tahun ini merepresentasikan kreativitas dan
    keberanian para pembuat film Indonesia, yang berperan penting dalam
    menceritakan kisah lokal yang merefleksikan masyarakat Indonesia dan isu-isu yang
    harus didiskusikan,” ujar Arie Kartikasari selaku Content Community Manager
    Viddsee Indonesia dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu, 9 September 2020.

    Arie menuturkan, sepuluh film itu meliputi berbagai genre dan topik yang cukup beragam, seperti politik, korupsi serta hubungan keluarga, serta komedi dan satir. Film Asa yang disutradarai Loeloe Hendra, berkisah tentang gadis remaja
    yang menghadapi situasi kehamilan tak diinginkan. Atau Journey to
    Iftar yang dibuat Razny Mahardika merupakan kisah ringan yang memotret hubungan ayah dan anak lelakinya.

    Pemenang Juree Awards 2020 akan diumumkan pada 8 Oktober secara virtual. (Gambar: film pendek ‘Unbaedah’)

    Bisa juga menonton Film Rendang of Death karya Muhammad Andri Abdi dari Percolate Galactic). Ini merupakan film animasi yang menangkap riuhnya pertengkaran di media sosial dengan gaya yang satir dan komikal di sebuah Rumah Makan Padang.

    Menurut Arie, terdapat dua dokumenter dalam daftar finalis yakni Paguruan 4.0 karya sutradara Lyanta Laras Putri dan Abdi Firdaus dan 50:50 besutan Rozie
    Fauzie. Film Paguruan 4.0 adalah dokumenter yang mengkritisi sistem pendidikan Indonesia dan memenangkan Program Dokumenter Eagle Awards 2019 dan 50:50 menyoroti komunitas transpuan Indonesia melalui kisah persona dari
    sudut pandang transpuan lanjut usia di rumah singgah.

    Para film maker yang menjadi finalis ini sudah mendapatkan penghargaan. Misalnya
    Rofie Fauzie dan Luhki Herwanayogi yang pernah dinominasikan di Festival Film
    Indonesia, Razny Mahardhika dan Iqbal Arieffurahman, dua pembuat film muda yang
    telah meraih berbagai penghargaan di banyak festival. 

    Sepuluh film pendek berkompetisi untuk memperebutkan hadiah utama. (Gambar: film pendek 'Asa')

     “Film-film ini dibuat oleh para pembuat film yang sangat bersemangat dengan cerita mereka dan bertekad untuk menceritakannya sehingga dapat meninggalkan impresi mendalam bagi penonton,” kata Arie. 

    Menurut Arie, pemenang akan diumumkan pada 8 Oktober 2020 melalui acara penganugerahan online yang dapat ditonton di Viddsee. Menjelang pengumuman, publik dapat berpartisipasi melalui screening film-film yang telah dikurasi serta Relay Game bersama para finalis.

    Dua film pendek akan meraih gelar Gold dan Silver, merekalah yang akan dipilih oleh panel juri internasional. Pemenang Gold akan mendapatkan Filmmaker Gold Kit, yang meliputi Macbook Air 13-inch, gratis berlangganan Adobe Creative Cloud All Apps, piala emas, serta merchandise ekslusif Viddsee. Pemenang Silver akan membawa pulang FIlmmaker Silver Kit yang meliputi gratis berlangganan Adobe Creative Cloud All Apps, piala perak, serta merchandise ekslusif Viddsee. 

    Inisiatif tahunan Juree Awards pertama kali diadakan di Indonesia pada 2016 lalu
    Filipina pada 2017, dan Singapura setahun setelahnya. Cari tahu lebih dalam
    mengenai Juree Awards di https://www.viddsee.com/channel/juree. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.