Ridwan Kamil Antar Anak Bungsu Disunat, Teringat Pengalamannya Sendiri

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil dan Atalia Praratya menyambut anak ketiga mereka, Baby Arka. Foto: Instagram

    Ridwan Kamil dan Atalia Praratya menyambut anak ketiga mereka, Baby Arka. Foto: Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia kemarin membawa putra bungsu mereka, Arkana Aidan Misbach ke klinik untuk dikhitan, Senin, 24 Agustus 2020. Ia mengunggah video yang memperlihatkan proses bersejarah bagi anak laki-laki itu di akun Instagramnya. 

    "Mengawali kegiatan pagi tadi dengan mengantar De Arka dikhitan," tulisnya pada keterangan video yang dia unggah. Dalam video itu, terlihat Emil, panggilan akrab Ridwan dan Atalia setia menemani tahap demi tahap saat Arka disunat. Kompilasi foto-foto di dalam video itu menunjukkan Atalia dengan kasih sayangnya menenangkan sang putra yang menangis saat disunat. 

    Ayah tiga anak ini mengingat pengalamannya saat disunat pada 1978, waktu ia berusia tujuh tahun. Banyak ritual dan kepercayaan yang dipercaya orang Sunda saat itu harus dilakukan anak-anak yang disunat. 

    Istri dari Gubernur Jawa Barat, Atalia Praratya berfoto bersama dengan anak angkatnnya Arkana Aidan Misbach. Baik Atalia Praratya dan Ridwan Kamil, kerap membagikan foto saat bermain bersama baby Arka. Instagram/@ataliapr

    "Saya mah dikhitan, masih menggunakan kulit bambu runcing alias hinis bambu. Tanpa bius pula. Hanya ditiup-tiup berombongan. Setelahnya karena mitos, dilarang melewati kotoran ayam pula, karena nanti sembuhnya lama katanya. Betapa ngilunya, mohon jangan dibayangkan apalagi disketsakan. Makanya gak ada lelaki mau disunat 2 kali :)," tulisnya. 

    Menurut Emil, Arka beruntung hidup di zaman modern, yang tidak melalui proses sunat yang menyakitkan, apalagi untuk bayi berusia lima bulan ini. "De Arka, dikhitan di @mutiaracikutra menggunakan metode smart clamp. Ada pilihan lain yang menggunakan laser. Keduanya dibius setempat dengan nyaman. Sejam selesai dan sudah bisa berkegiatan lagi sambil menunggu normal sekitar 1-2 minggu," tulisnya melanjutkan.

    Emil yang tengah bersiap sebagai relawan vaksin Covid-19 ini menuturkan alasannya membawa Arka untuk disunat saat masih bayi. "Kata dokter lebih baik dan sehat dikhitan ketika masih bayi. Mengurangi potensi penyakit dan infeksi," ucapya. Ia pun menuliskan doa agar setelah disunat, tubuh putranya lebih bersih sesuai syariat dan menjadi anak saleh dan khair. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.