Komoidoumenoi, Tur Stand Up Comedy Pandji Pragiwaksono yang Menyinggung

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pandji Pragiwaksono saat konferensi pers 'Pragiwaksono Stand Up Comedy World Tour 2018' di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat, 16 Maret 2018. (TEMPO/Thea Fathanah Arbar)

    Pandji Pragiwaksono saat konferensi pers 'Pragiwaksono Stand Up Comedy World Tour 2018' di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat, 16 Maret 2018. (TEMPO/Thea Fathanah Arbar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Komika, Pandji Pragiwaksono akan mengadakan pertunjukkan stand up comedy ketujuhnya bertajuk Komoidoumenoi yang nantinya akan penuh kritik dan berpotensi menyinggung berbagai pihak. Lewat Komoidoumenoi, Pandji ingin menyampaikan bahwa dalam komedi tidak akan bisa untuk tidak menyinggung siapapun.

    "Komoidoumenoi lahir dari keresahan saya terhadap ketersinggungan. Dari masa ke masa ada aja pelawak yang kemudian menyinggung masyarakat, kadang-kadang masyarakat juga menyinggung masyarakat lain. Tapi pelawak lebih jadi target," kata Pandji dalam konferensi pers virtual pada Rabu, 19 Agustus 2020.

    Seringkali pelawak diminta untuk berhenti menyinggung. Namun hal ini ditolak oleh Pandji karena ia merasa komedi akan selalu menyinggung. "Masyarakat jangan minta komedian untuk berhenti menyinggung karena kami enggak tahu apa yang membuat anda tersinggung. Kami niatnya ngelawak bukan menyinggung anda. Sebaliknya lu juga enggak bisa berharap masyarakat enggak tersinggung, karena tersinggung itu refleks sama seperti ketawa," kata Pandji.

    Pandji sendiri sengaja memilih kata tersebut sebagai tajuk untuk pertunjukan tunggalnya kali ini. "Saya sengaja bikin ribet karena saya suka ketawa ngelihat orang salah baca," kata Pandji. Pada abad ke-400 sebelum masehi, Komoidoumenoi yang berasal dari Bahasa Yunani diartikan sebagai objek tertawaan oleh Aristophanes, yang dikenal sebagai Bapak Komedi.

    Pandji Pragiwaksono bersama dengan tim tur stand up comedy ketujuhnya bertajuk Komoidoumenoi . Foto Komoidoumenoi.


    Pandji akan mengunjungi 20 kota nasional serta dunia, dan tur ini dihelat dengan standar keamanan yang sudah memenuhi protokol Covid-19. Komoidoumenoi akan dimulai pada Sabtu, 7 November 2020 di Makassar, kemudian dilanjutkan di Denpasar, Balikpapan, Palu, Yogyakarta, Banda Aceh, dan Jakarta. Namun untuk ke-13 kota lainnya, seperti Jayapura, Surabaya, Cilegon, Batam, Banjarmasin, Semarang, Palembang, Lancaster, Tanjong Malim, Melbourne, Singapore, Istanbul, dan Medan belum ditetapkan tanggal pastinya karena menunggu kesiapan dari kota-kota tersebut untuk menggelar acara di masa pandemi.

    "Saya ingin untuk melakukan tur ini karena saya resah sama topik ketersinggungan, saya juga ingin menghibur masyarakat," kata Pandji.

    Pandji bekerjasama dengan QLUE sebagai partner utama teknologi keamanan Covid-19 dan juga berafiliasi dengan BEM FKM UI untuk perumusan protokol Covid-19 di acara Komoidoumenoi. Pandji belum bisa menyampaikan protokol seperti apa yang nantinya akan diterapkan karena mereka akan bersama-sama menyesuaikan dengan kondisi di saat mendekati waktu acara akan digelar.

    Pembukaan tiket terdekat adalah presale Komoidoumenoi di Jakarta yang akan dimulai pada Kamis, 20 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB melalui situs tersinggungolehpandji.com. Untuk penampilan di Jakarta, Pandji mengajak Marshel Widianto sebagai pembuka acaranya yang akan digelar pada Minggu, 20 Desember 2020 di Istora Senayan.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.